Lututku masih terasa lemas ketika berbaring di atas ranjang. Jantungku masih berdebar tidak keruan, bahkan panas dingin juga kurasakan. Ada rasa kekhawatiran yang mendera saat ini. Sesak di d**a pun mulai terasa lagi. Kumiringkan tubuh, tak juga membuat rasa nyaman untuk tubuhku. Kubalikkan lagi tubuhku, dalam posisi telentang, tak juga membuatku merasa nyaman. Bukan hanya rasa khawatir, tetapi juga rasa takut dan rasa bersalah di waktu bersamaan yang kurasakan saat ini. Tak tahu apa lagi yang harus kulakukan saat ini. “Apa yang kamu sembunyikan dari Ibu, Mas?” tanyaku penasaran ketika melihat Haydar tampak terkejut dan menyembunyikan sesuatu di belakang tubuhnya. Sebenarnya aku tidak memerhatikan benda itu, kalau saja Haydar tidak bereaksi berlebihan. Ya, aku memergoki Haydar secara

