Suasana masih hening ketika terdengar suara mobil di depan rumah. Tadinya aku ingin menimpali ucapan Haydar, tapi sengaja kutunda. Nanti akan kuajak dia bicara berdua saja. Terlalu lama anak lelakiku itu tidak diajak berbicara berdua. Karena kesibukanku di warung, hingga melupakannya. Suara pagar dibuka terdengar dari dalam. Jasmine yang sudah menyelesaikan sarapannya segera berlari menuju ke depan untuk membukakan pintu. Terdengar percakapannya dengan Mas Farid dan Rafa. Tak lama kemudian Mas Farid masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan salam. Ayah yang terlebih dahulu bangkit dari tempat duduk setelah menjawab salamnya. Kemudian ia berjalan menghampiri Mas Farid. Di belakang mereka, Rafa dan Jasmine mengekor sambil bercakap-cakap. “Sarapan dulu, Mas Farid?” ucapku basa basi. “Hmm

