Pikiranku

1177 Kata

Malam semakin larut ketika akhirnya aku memilih untuk bangun dari atas pembaringan. Kepala semakin berdenyut mana kala mata tak mampu terpejam. Bukan karena cuaca malam ini yang sangat panas, bukan pula karena rasa lelah tubuh ini. Satu hal yang tak mampu kualihkan dari benak dan pikiranku adalah tentang Mas Farid. Ya, tentang lelaki berwajah teduh dan berhati lembut yang selalu ada manakala aku sedang dalam kesulitan. Sebenarnya, aku bimbang dengan perasaanku sendiri. Sangat bimbang. Ingin rasanya pergi menjauh, hilang dari muka bumi ini. Ingin pula rasanya berpindah di satu belahan dunia lainnya agar aku bisa melupakan semua tentang masa lalu dan kehidupan rumah tanggaku. Namun, aku tidak bisa melakukannya. Mas Farid terlalu baik bagiku. Dia pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN