Sakitnya Cinta

1388 Kata

"Hira, perutku kok ga enak, ya, sejak tadi malam?" keluhku pada Hira ketika ia hendak menuju ke kamar kecil di pagi hari. Hira terpana melihat keberadaanku di ruang makan dengan wajah pucat yang meringis menahan sakit. Ia menghentikan langkahnya, kemudian berbalik ke arahku. Keringat dingin seukuran jagung muncul di pelipis dan keningku. "Kamu kok tampak pucat begini?" tanya Hira, sambil memegang keningku. Wajahnya menyiratkan kekhawatiran. Kugelengkan kepala, karena memang tidak mengerti dengan keadaanku saat ini. "Aku tidak tahu, Hira," jawabku lirih dengan suara lemah. "Sakit sekali, ya? Atau mungkin kamu mau melahirkan?" tanya Hira lagi, cemas. "Entahlah. Kata bu bidan perkiraan masih akhir bulan ini. Sekarang masih tanggal sepuluh. Rasanya tidak mungkin kalau mau melahirkan," ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN