Selamat Datang, Cantik!

1389 Kata

“Suster, biarkan saya yang mengurus administrasinya. Tolong segera di tangani teman saya ini, dia sudah sangat kesakitan sejak tadi malam,” ucap Hera yang datang di waktu yang tepat. Walau sakit dan nyeri yang kurasakan, tapi hati dan perasaanku yang terluka jauh lebih menyakitkan lagi. “Hera, terima kasih. Maafkan semua kesalahanku padamu selama ini,” ucapku lemah. “Jangan khawatirkan apapun. Fokuslah demi keselamatanmu dan si jabang bayi. Aku akan meunggumu di sini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Kedua orang perawat yang mendorong kereta semakin mempercepat langkahnya menuju ke ruang bersalin. Kulihat Hera menatap kepergianku menuju ruang persalinan dengan mata berkaca-kaca. Pintu ruangan itu tertutup. Tinggallah aku sendiri di dalam ruangan yang identik dengan warna putih. Suas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN