Tak Terduga

1062 Kata

“Pak Sakti?” Bibirku seketika ternganga mendengar ucapan lugas dari lelaki muda yang kini berdiri di sampingku. Mataku mendelik ke arah Pak Sakti, seolah-olah akan keluar dari sarangnya. Bukannya takut, Pak Sakti malah terlihat santai, bahkan melemparkan senyum lebar ke arahku. Jasmine yang juga tidak menduga akan mendengar jawaban yang itu, tampak terkikik sambil menutup mulutnya. Wajahnya tampak semakin semringah. “Loh, Hanum? Sudah pulang?” tanya Ibu mertuaku begitu menyadari keberadaanku di depan pintu pagar rumah. “Iya, Bu. Baru saja,” jawabku kikuk, masih menguasai perasaan. Kubuka pintu pagar, lalu mempersilakan Pak Sakti masuk ke dalam. Jasmine yang tampak senang dengan keberadaan Pak Sakti, sengaja berjalan berdampingan. Ibu melirik sekilas ke arah Pak Sakti. Aku yakin Ibu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN