Hampir pukul satu siang, aku akhirnya memutuskan pulang ke rumah setelah menanti keputusan dari pihak kepolisian. Suara ponsel yang berdering berulang kali tak kugubris sama sekali. Mungkin saja Ibu mertuaku sedang berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sudah dapat kubayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Haydar adalah cucu laki-laki pertama bagi Ibu mertuaku. Itu pula yang membuatnya begitu menyayangi Haydar melebihi yang lain. Hal itu pula yang membuat Ibu betah ikut dan tinggal bersamaku. Tak dapat kubayangkan bagaimana terkejutnya Ibu begitu mengetahui berita tentang Haydar. Inginku satu, bisa membawa Haydar pulang meskipun harus mengeluarkan nominal uang cukup besar untuk mengeluarkannya. Itu semua tentu saja atas bantuan Pak Sakti. Namun, sudah hampir seharian di

