Mobil yang dikendarai oleh Pak Sakti berhenti di depan kantor polisi. Suasana masih tetap sama dengan tadi pagi, hanya saja para petugas sudah lebih banyak yang berdatangan. Kami berjalan beriringan menuju ke ruangan di mana Pak Hadi berada. Dari pintu kaca, terlihat Pak Hadi berdiri berhadapan dengan para pemuda tanggung yang tadi pagi tertangkap. Tampaknya ia memberikan wejangan pada mereka. Namun, sejak tadi pagi aku datang kemari, tak ada satu pun wali mereka hadir. Kemungkinan karena mereka termasuk residivis atau mungkin juga karena mereka bukan anak di bawah umur lagi, sehingga tidak memerlukan wali. Pak Hadi melambaikan tangan begitu melihat kedatangan kami ke arahnya. Lelaki paruh baya itu lalu memerintahkan para pemuda tanggung yang berjumlah tiga orang, dan dua orang siswa SMA

