Berakhir

1419 Kata

“Kamu, mau mengunjungi Dandi?” Tiba-tiba ibu muncul di depan pintu kamarku. Sedikit terlonjak melihat kehadirannya dengan ekspresi wajah yang tak kumengerti. Apakah itu rasa kerinduan yang teramat sangat, rasa kasihan ataukah hanya rasa ingin tahu. Entahlah. “Iya, Bu. Sudah satu minggu tidak dikunjungi,” jawabku dengan detak jantung yang bertalu sedikit lebih cepat, karena rasa terkejutku. Ibu menatapku dalam diam, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Wajah tuanya tampak begitu lelah. Ibu sepertinya memilih untuk tetap tinggal bersamaku. Ketika kutawarkan untuk kembali ke Sumatera, Ibu menolak, tanpa alasan. Membuatku tak mampu berargumen dengannya. Kupikir, ibu akan dengan senang hati bila kutawarkan untuk kembali. Mengingat bapak yang telah lama ditinggal sendiri dis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN