Kutinggalkan ruang tahanan tempat Mas Dandi berada. Langkah gontai mewakili rasa kecewa dan kekesalanku. Ketidakpuasan akan langkah yang kuambil hari ini, semua karena Mas Dandi yang tidak bisa diajak kerjasama. Sesak rasanya d**a ini. Terkadang aku berpikir, benarkah langkah yang kuambil ini? Ataukah harus bertahan? Namun, kian hari kian membebani. Membuat sesak di d**a. Seandainya saja Mas Dandi mampu mengubah perasaan hampa yang kumiliki saat ini, semua pasti akan lebih mudah bagiku. Bertahan? Ya, aku akan bertahan bila memungkinkan. Meskipun ribuan jarum, ratusan pisau berujung tajam mengjunjam ke jantungku. Aku rela untuk bertahan. Tapi, saat ini niat untuk bertahan saja sudah tidak terpikirkan lagi olehku. Aku lelah, penat dengan semuanya. Dan sekarang, Mas Dandi lagi-lagi membu

