Waktu makan malam tiba. Setelah menunaikan ibadah solat magrib, aku segera menuju ke dapur untuk menghidangkan makan malam. Ibu masih berada di kamarnya. Hanya Jasmine yang datang membantuku menyiapkan makan malam. Gadis kecilku yang tak lagi kecil itu sudah terbiasa menyiapkan makan malam. Menghidangkan di atas meja, lengkap beserta piring, sendok, gelas dan lain-lainnya. Dia sudah mengerti bahwa ibunya telah terbagi tenaga dan pikirannya selain di rumah, juga ada warung yang harus dikelola. Tak lama kemudian, ibu muncul dari dalam kamarnya lalu mengambil posisi duduk di ujung meja makan. Sudah menjadi kebiasaan yang tidak boleh ditinggalkan agar selalu melakukan makan bersama di malam hari. “Jasmine, panggil masmu sana. Sudah waktunya makan malam.” “Iya, Nek. Bentar lagi Jasmine pang

