Penyemangatku

1021 Kata

“Bu ... Ibu ....” Suara panggilan dari pintu kamar terdengar samar-samar di telinga. Sepertinya Jasmine memanggil, tapi mataku enggan terbuka. Tubuhku pun terasa dipukuli oleh palu besi. Rasanya lemas dan tidak berdaya. Entah apa yang terjadi pada diriku. Belum lagi kepala yang berdenyut-denyut tiada henti, semakin menyiksa. Bayangn Jasmine, sepertinya datang mendekat, memegangi keningku. Lalu semua gelap. Entah jam berapa saat ini, ketika mataku enggan terbuka. Kupaksakan, hingga akhirnya pemandangan serba putih hadir tertangkap netra ini. Aroma menyengat dari karbol dan obat merasuk ke dalam rongga hidung. Rasanya sangat tidak nyaman. Kugerakkan perlahan tangan, merenggangkan otot yang serasa kaku. Sinar lampu mengenai ketika mata mulai terbuka. Sengaja mengangkat tangan karena ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN