Ibu Mertuaku

1353 Kata

Keesokan harinya, Mas Farid muncul di depan rumah dengan membawa perbekalan dan alat pancing. Aku baru saja akan berangkat menuju ke warung saat itu. Senyum Mas Farid melebar melihatku membuka pintu. “Mas ngapain pagi-pagi begini?” tanyaku dengan mimik wajah penasaran. Mas Farid mengacungkan alat pancingnya. Ia memakai pakaian santai hari ini. Celana pendek coklat tua dengan kaus oblong berwarna coklat s**u serta topi bucket berwarna senada serta sepatu bot berwarna coklat. Tidak ada yang akan menyangka bahwa lelaki yang berada di hadapanku ini adalah seorang duda beranak satu. “Mau ngajak ayahmu mancing. Karena besok aku tidak bisa mengantar.” Aku teringat dengan penuturannya kemarin, bahwa ia akan pergi ke Finlandia bersama Rafa untuk melanjutkan kuliah lagi. Aku tertegun menyadari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN