"Udah selesai Mbak ngobrolnya?" tanya Dania ketika melihat Fika keluar dari ruangan rapat di sebelah ruangannya. Mau tidak mau, Talita ikut menolehkan kepalanya ke belakang. Matanya langsung terbelalak kaget, tapi Talita buru-buru menormalkan ekspresinya. Entah kenapa, dia yakin ada pria itu di butik ini. Benar saja tebakannya. Tidak berselang lama, Talita melihat pria itu keluar dari pintu entah itu pintu apa Talita tidak tahu. "Udah selesai Mas ngobrolnya?" tanya Dania begitu melihat masnya keluar dari pintu pembatas ruangannya dengan ruangan meeting di sebelah. Fikar bukannya menjawab apa yang adiknya tanyakan, dia lebih memilih melirik ke tempat di mana seorang perempuan tengah menundukkan kepalanya. "Fik, aku duluan ya." ujar Fika. Sepertinya dia tahu, perempuan mana yang Fikar p

