46. Hari Baik

2619 Kata

Pagi ini berbeda dari pagi yang kemarin. Bahkan Talita sudah berada di dapur untuk memasak sarapan. Dan apa yang dilakukan adiknya, membuat Dzakki heran sendiri. Dzakki berdiri di pintu dapur dengan badan yang dia sandarkan di tembok dan kedua tangan yang dia silangkan di depan d**a. Dia melihat gerak-gerik adiknya, dari tadi Talita tidak berhenti bersenandung. Padahal Dzakki tidak pernah melihat adiknya seperti ini. "Lit." Mendengar namanya dipanggil, Talita menolehkan kepalanya ke belakang, "Eh Mas, tumben udan bangun." dan kembali mengaduk nasi goreng yang dia masak. Dzakki memilih untuk duduk di kursi pantry saja. Mulutnya gatal ingin bertanya, kenapa adiknya bertingkah seperti itu. "Taraaaa, nasi goreng ala chef Talita sudah siap." Talita menghampiri Dzakki seraya membawa dua pi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN