Abel memasukkan sisa cone es krim yang masih tersisa mulutnya. Ia menggesekan kedua tangannya untuk menghilangkan noda meskipun hal itu percuma. Lelehan es krim masih tersisa di tangannya dan lengketnya terasa sekali. Tidak mau mempedulikan hal itu Abel akhirnya membiarkannya saja. Di sampingnya, Ardan juga sudah menghabiskan es krimnya. Bahkan cowok itu menghabiskan lebih dulu, daripada dirinya. Semakin diperhatikan, Abel semakin yakin bahwa ia tidak hanya mengagumi Ardan, tapi juga menyukai cowok itu. Andainya dirinya secantik Abi, mungkin ia tidak akan minder. Andainya ia sepolos Heri, sepercaya diri Leo, atau secuek Asep, mungkin perasaannya sudah tersampaikan sejak tadi. Karena tidak bisa seperti Abi, Heri, Leo ataupun Asep, yang Abel lakukan sejak tadi hanyalah memperhatikan. "D

