Aku melirik ke arah Pak Anthony dan tidak menjawab apapun. Pak Anthony tersenyum dan melihat ke arahku. "Saya harap kamu mengizinkan dan tidak merasa terbebani dengan sikap saya Annisa." Beliau tersenyum dan melihat ke arahku, akupun melihat dan membalas senyum beliau. "Iya Pak, saya hanya tidak ingin Bapak merasa terbebani dengan saya dan anak-anak." "Hal itu tidak akan terjadi Annisa. Dan satu lagi, tolong panggil saya Anthony." Beliau mengingatkan lalu tersenyum dan kembali melihat ke arah jalan. Perjalanan menuju kantor cukup lancar, kamipun bergegas turun setelah Pak Anthony selesai parkir. "Annisa, ingat nanti kita pulang bersama ya. Seandainya saya pulang telat, saya akan mengabari kamu terlebih dahulu. Owh iya, hampir saja lupa. Sebentar Annisa, saya ambil dulu." Pak Anth

