Aku dan Dina mengetuk pintu ruang SDM, lalu segera masuk ke dalam. Kamipun bertemu dengan staf SDM yang berbeda dan berpisah di sana dengan urusan kami masing-masing. Aku berjalan menghampiri Mas Zaki, dia pun mempersilahkan aku duduk dan menyerahkan lembar mutasi, kontrak kerja menjadi sekretaris, dan kontrak kerja personal asisten. Aku mendengarkan penjelasan Mas Zaki dan membaca ketiga dokumen tersebut dengan seksama. "Kalau sudah selesai bacanya, kamu bisa segera menanda tanganinya Annisa." Suara Mas Zaki terdengar ketus, namun aku tidak terlalu memperdulikannya. Beberapa waktu lalu, saat awal masuk bekerja di sini Mas Zaki pernah mendekatiku namun dengan status dan sikapku yang kurang bersahabat terhadapnya, dia perlahan mundur. "Iya Mas." "Saya bingung, padahal baru bekerja 1

