"Kita lihat saja nanti. Satu hal, saya di sini selalu bekerja secara profesional Andini. Jadi saya harap kamu bisa bekerja sama dengan saya beberapa hari ke depan untuk bisa menggantikan pekerjaan saya. Karena setelah saya sudah mulai bekerja dengan Pak Anthony nanti, baik saya, Pak Anthony, dan Pak Amin tidak berkenan untuk menanggapi dan menjawab pertanyaan kamu terkait pekerjaan saya di sini. Hal itu di sebabkannpekerjaan saya yang cukup padat nanti. Keputusan ada pada kamu jika kamu masih berminat untuk bekerja di sini. Toh, kamu belum menandatangani kontrak kerja." Aku kembali tersenyum. Andini menunduk malu mendengar ucapanku, "Baik Mba Annisa, maaf atas ucapan saya tadi." "Tidak apa-apa Andini. Ayo kita mulai bekerja!" Aku dan Andini mulai bekerja bersama. Aku sengaja melakukan

