Tiga bulan kemudian Hari ulang tahun Enggar "Kana ... mana handukku? Kamu kok kebiasaan banget sih kelupaan." teriak Enggar, memarahi Yayu. Dia kesal karena handuknya untuk cuci muka tidak ada di tempatnya. Senyumnya tersungging sinis, kesadarannya telah kembali. Jika Yayu tidak sedang berada di sisinya. Memutar kursi roda keruang kamarnya. Nama istrinya kembali dia panggil. "Kana, dimana baju gantiku?" Sembari berkeliling. "Kana ... gorden nya kok belum kamu buka sih, kan sudah siang?" Menuju pinggir jendela, membuka gorden. "Kana ... jangan lupa bawa payung ya! hari ini kelihatannya akan hujan." Menuju tempat rias dan mengoleskan cream wajahnya. "Kana, aku mau sarapan yang ringan aja ya pagi ini, siangnya baru aku mau di bikinin nasi goreng cumi, boleh ya?" suara Enggar memenuhi ruan

