DENDAM 50

1450 Kata

Brak. Seperti tak punya sopan santun. Asan membuka pintu kamar dengan tergesa, membuyarkan lamunan Enggar, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Asan menghadap kepada mereka dengan mimik muka tegang. Mengisyaratkan hal yang begitu penting saat itu. Dan benar saja, dia menginformasikan kabar terbaru yang dia dapat. "Maaf Pak, polisi sudah berhasil melacak lokasi bu Yayu," tutur Asan. "Benarkah?" tanya Enggar antusias. Asan mengangguk, mengiyakan. Ada sedikit kelegaan terpancar dari raut muka Enggar, harapannya untuk bisa menemukan Yayu dengan segera akhirnya terkabul. "Terima kasih San, kita segera bergegas ke lokasi," jawab ayahnya. "Gar, kamu dirumah saja bersama Mama ya!" pungkasnya melihat Enggar yang sudah bersiap-siap ikut ke lokasi. "Tapi Pa? Enggar mau ikut bersama kalian," ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN