Enggar POV~ Hari ini selepas mengikuti pelatihan Psicology dan Fisioteraphy aku menunggu Kana kembali dari tes mengemudi. Aku duduk di ruang tunggu, menuju area favoritku yang bisa langsung memandang ke arah taman untuk para lansia di bawah. Pak tua yang aku temui dua hari yang lalu itu kembali berbincang denganku selepas sesi Fisioteraphy nya dan menceritakan kisah nya yang tragis. Setelah tiga puluh tahun berusaha mencari wanita yang telah Beliau sakiti dan ingin meminta maaf, akhirnya Beliau bisa bernafas lega karena wanita itu dapat di temukan. Beliau cukup bahagia karena telah mengatakan permohonan maafnya secara langsung dan melihat wanita itu berbahagia sebelum kepulangannya. Beliau berpesan, untuk jangan menyia-nyiakan wanita yang ada di samping kita dan supaya aku bisa menci

