"Din," "Hmmm." Jawabnya pendek. Ratna langsung memeluk Dinna. "Gue turut berduka ya Din, lo harus inget gue selalu ada buat lo. Jangan putus asa." Tersenyum "Makasih Rat, lo terbaik pokoknya hehehe." Ibu Dinna tidak ikut menjemput karena takut wartawan pasti akan mengerjarnya. Dan mengingat sifat dari Bu Rena. Manajemen dan Ratna sepakat untuk tidak mengikutsertakan Bu Rena. "Bu Shinta pasti marah besar ya." "Bukan marah lagi Din, dia ngamuk. Semua barang di lempar saking marahnya." Dinna menghela napasnya. "Jangan pikirin apa-apa dulu yang penting lo sembuh." Dinna hanya mengangguk, ini pertama kalinya Ratna melihat temannya begitu terpuruk. **** Dinna turun perlahan-lahan dari mobil karena perutnya masih sakit. Sampai rumah dia langsung masuk ke kamarnya. Dia mencoba menghubu

