"Lepasin Yon." Pintanya. "Maaf." Seru Yono menundukkan kepalanya. "Kamu apa-apaan sih? Sikap kamu tadi jelas banget." Dinna menatap Yono tajam mengerutkan dahinya. "Maksud mba?" "Kamu cemburu." Yono terdiam dan menunduk. "Yon, sampai sekarang cuma saya dan kamu yang tau soal kehamilan ini. Saya belum ambil keputusan apa-apa. Tolong jangan sampai orang lain tau. Bisa bahaya buat kita bertiga, kalau sikap kamu seperti ini terus orang akan curiga. Saya mohon Yon." Dinna lalu pergi meninggalkan Yono. "Lalu bagaimana perasaan saya ke mba? Saya cinta sama mba." Teriak Yono. Mendengar hal tersebut Dinna tidak bergeming, dia tetap pergi menginggalkan Yono. Bu Rena melihat semua kejadian itu dari jendela kamarnya. "Morning Ma, Fen." Ujar Dinna. "Morning sayang, nih sarapan mama bikinin r

