Kembali ke Jakarta, Dinna dan Yono menjalani kesibukannya masing-masing. Dinna harus mengurus masalahnya dengan media dan manajemen karena bocornya soal Yono. Sedangkan Yono sibuk dengan kuliahnya. Dodi memainkan pulpennya merunduk, tatapannya kosong kebingungan. Dia duduk berhadapan dengan Dinna. “Ada apa? Apa mereka membatalkan kontrak?” tanya Dinna, menilai dari gerak-gerik direktur perusahaannya, dia tau ada yang salah. “Maaf Din, tapi..” Dodi ragu-ragu mengatakannya. “Tapi apa? Bilang saja pak, saya sudah terbiasa dengan semua ini.” “Sepertinya, semua orang terkesima dan suka dengan perjuangan cinta kamu dan Yono, mereka mau membuat program reality show tentang keseharian kalian berdua.” Dinna mengerutkan dahinya, kehidupan pribadinya bukan untuk dijual. Terserah mer

