Suara Tembakan

2176 Kata

    Tahun 2012.     Tercipta sebuah lengkungan indah nan tulus pada wajah bocah laki-laki empat belas tahun itu. Kasihan sekali wanita dewasa yang baru saja terpeleset genangan air di lantai. Untung tidak sampai jatuh.     Kelakuan wanita itu memang tak pernah berubah. Seakan tak ingat umur. Ia masih saja ceroboh. Sebuah tangan kokoh bergerak mengacak rambut bergelombang si Bocah. Kian menoleh. Rupanya sang Kakak Ipar-lah yang melakukannya.     "Ngapain kamu sembunyi di sini?" heran sang Kakak Ipar.     Tak salah kalau ia sampai keheranan, karena Kian sekarang sedang berada di bawah kolong meja makan, dengan posisi menungging yang tidak elit sama sekali.     "Nggak. Aku tadi mau ngagetin Mbak Mina, Mas. Eh, dia udah kaget duluan gara-gara kepleset." Kian terkikik. Perlahan ia keluar d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN