Ucapan Selamat Malam

1018 Kata

Aliza berguling ke sisi kasur, terus berganti posisi dari rebahan, miring, lalu rebahan lagi. Bayangan laki-laki berlesung pipi bertabrakan dengan masalah Zelina di kepalanya. Entah dosa masa lalu apa yang dibuatnya sampai mengalami hidup serumit itu. "Ish, kenapa aku berat melepas kak Gibran. Jelas-jelas aku sukanya sama kak Reyhan." Dia bicara sendiri sambil menatap langit-langit kamar. "Enggak, mana mungkin aku mulai suka. Pasti gara-gara mengingat ucapan papa, aku enggak mau papa kenapa-kenapa juga kalau kak Gibran marah." Gadis itu menoleh ke sisi ranjang yang kosong. Hanya ada tumpukan bantal serta guling. Gibran, suami super menyebalkan yang hobi mengusik ketenangan tidak di rumah. Harusnya ia bisa melewati tidur panjang dengan nyenyak. Aliza berusaha memejamkan mata, tapi kata-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN