Aliza beranjak ke dapur inisiatif membantu asisten rumah tangganya menyiapkan makan siang ke meja makan, tentu setelah drama besar kelar. Mertua yang menuntut penjelasan tentang keluhan anaknya belum pernah membuat cucu, ekspresinya sudah syok berat seakan bencana besar. Tapi, Aliza sedikit takjub mendengar jawaban Gibran, dia sabar meyakinkan mamanya kalau dirinya normal, suka perempuan, dan berhasrat pada wanita. Gibran beralasan belum tega meminta haknya, menunggu istrinya siap karena masih kecil. Kalila tentu heran, dia tidak begitu saja menerima alasan sang anak. Namun, melihat wajah Aliza yang sengaja dibuat memelas dan minta dikasihani, akhirnya Kalila mencoba memupuk sabar memberi batas waktu sebulan lagi. "Bi, ini lagi merayakan hari tauge nasional?" Aliza dibuat kaget saat aka

