Gibran menatap laki-laki muda berpakaian kasual sedang duduk di sofa ruang tamunya. Matanya langsung seperti laser menemukan orang yang tak diharapkan ada di depannya. "Kamu menunggu Aliza?" Reyhan buru-buru berdiri. "Sore, Om. Iya, Alizanya lagi ganti baju." Aliza turun mengenakan blus hitam navy dengan celana panjang putih. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan jepit mutiara di sisi kanan. Refleks dua laki-laki beda generasi mengalihkan pandangan dan tak berkedip sesaat. "Mau ke mana?" Gibran sudah menebarkan aura kebencian selagi melirik ke saingan tidak berkualitasnya. "Ke supermarket, tadi pagi aku udah bilang sama Om, ih masa lupa?" Aliza membenarkan sling bag prada-nya hadiah sang kakak. "Pamit, ya, Om." Reyhan mengangguk dan menyuguhkan senyuman sok baik sampai Gibran ingin mel

