Bukankah ciuman kemarin seharusnya bisa menjadi tali atas hubungan mereka? Pikir Nathan demikian. Kendati di balik ciuman itu, ada transaksi yang dijalani. Beruntungnya Gina, dia memiliki ketahanan batin yang kuat. Pengakuan Nathan tak mampu merobohkan pertahanannya, tak akan pernah bisa menyeludupkan perasaan tak seharusnya. Dia dengarkan saja jika Nathan menyematkan 'istri saya' padanya. Selama tugas 'istri' tak seharusnya Gina jalankan, semuanya akan baik-baik saja. Pun ciuman yang pernah mendatangkan degup jantung kemarin Gina anggap hanya angin lalu, dia tak begitu menanggapi ciuman kemarin. Karena tujuannya hanyalah satu: uang. Selama tindakannya dapat mendatangkan uang, bukan hanya bibir, jika memang Nathan menginginkan lebih dari ciuman, Gina akan memberikannya. Terkesan muraha

