Padatnya jalanan di jantung Ibu Kota memperlambat waktu mereka ke rumah orang tua Nathan. Suara transportasi saling bersiulan di luar kaca mobil, debu-debu jalanan mengepul ketika roda dari berbagai transportasi menghentak, lalu-lalang manusia adalah bukti betapa sibuknya dunia di tengah kota. Namun, keramaian di luar tak tersampaikan di dalam kabin yang menyimpan dua insan. Tidak ada ocehan Gina, atau bahkan kata-kata nakalnya. Gadis itu terdiam, bibirnya seolah sehabis dijahit. Setelah Nathan balik menggoda, dia berubah ke mode sekretaris profesional. Dari gerak-geriknya kaku, menyimpan suasana canggung. Nathan tidak dapat sepenuhnya menebak isi kepala Gina. Namun, dia dapat setidaknya menebak karakter Gina. Pengecut. Itulah yang membuat Nathan terhibur. Dia telah memegang kelemahan

