Bab 14. Akal-akalan

1122 Kata

Padatnya jalanan di jantung Ibu Kota memperlambat waktu mereka ke rumah orang tua Nathan. Suara transportasi saling bersiulan di luar kaca mobil, debu-debu jalanan mengepul ketika roda dari berbagai transportasi menghentak, lalu-lalang manusia adalah bukti betapa sibuknya dunia di tengah kota. Namun, keramaian di luar tak tersampaikan di dalam kabin yang menyimpan dua insan. Tidak ada ocehan Gina, atau bahkan kata-kata nakalnya. Gadis itu terdiam, bibirnya seolah sehabis dijahit. Setelah Nathan balik menggoda, dia berubah ke mode sekretaris profesional. Dari gerak-geriknya kaku, menyimpan suasana canggung. Nathan tidak dapat sepenuhnya menebak isi kepala Gina. Namun, dia dapat setidaknya menebak karakter Gina. Pengecut. Itulah yang membuat Nathan terhibur. Dia telah memegang kelemahan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN