"Asli, Gin ... gue gak expect lo bakal senekat itu." Jehan terperangah. Esoknya, tepat di malam minggu yang menjadi malam kebebasan untuk Jehan Angelica sebagai staff corporate, Gina mengajak bersua di bar yang dulu kerap kali mereka sambangi. Degupan antusias Gina nyaris membuat dadanya meledak karena tak sabar menceritakan rentetan hal nekat yang ia lakukan kepada Nathan. "Seriusan lo ngajak Pak Nathan begituan?" Meja bersuara jeras ketika Jehan menggebraknya, terlampau terkejut pada aksi nekat Gina yang keluar dari batas. "Bikin malu mampus, sih, emang. But it's okay. Gue seneng banget bikin Pak Nathan akhirnya mingkem. Kyaaaa." Dia menahan pekik senang, masih terekam bagaimana muka pucat Nathan ketika ia goda. Mulut Jehan terbuka, dia menggeleng tak habis pikir. "Gue ampe kehilang

