"Abis dari mana kamu?" Bahkan Gina belum bernapas usai menapaki kaki di ubin rumahnya, Rani telah berdiri menghadang jalan. Kedua lengan didekap, wajahnya mengeras, kemarahan terpampang di sana. "Jam dua belas baru pulang. Abis mel4cur kamu? Hah?" Oktaf suara Rani meninggi, menyentak Gina yang hanya mampu menghela napas lelah. "Naura bilang kamu beli banyak baju-baju seksi! Buat apa itu baju kurang bahan!? Buat melacur?" Urat di leher Rani menegang, rahangnya kian mengetat mencetak marah. "Gak tau malu kamu! Udah mending ada cowok yang mau nikahin kamu! Sekarang belagak mau melacur!" Gagang sapu yang setia di genggaman pun Rani layangkan ke arah putri sulungnya. "Akh!" Spontan pekik sakit dan terkejut Gina keluarkan. Sisi badannya telah dikenakan pukulan pedas dari gagang sapu, kenin

