"Jadi kita beneran tidur seranjang?" Mata Gina menatap nelangsa ranjang yang akan menampung mereka. Nathan yang baru saja selesai mandi, menghampiri. Tangannya sibuk menggesek-gesek handuk guna menyeka tetesan air di rambut. "Di sini enggak ada kasur lantai. Sofa pun cuma ada single sofa." Penjelasan Nathan buat Gina embuskan napas kecewa. "Harusnya kita beli kasur lantai kemarin." Kekecewaan terpatri di ucapan Gina. Saat kecewa telah menerpa, Gina baringkan t*buh yang terasa lemas di atas ranjang. Menelentangkan kedua tangan di sisi t*buh, pandangi langit-langit kamar dengan sorot kecewa. Dia tidak ingin lagi satu ranjang dengan Nathan, tak peduli bahwa itu adalah hal yang sudah sepatutnya. Rasanya aneh tidur bersama pria. "Kita bisa pake pembatas kayak waktu itu." Selesai menyek

