Bab 6

2097 Kata
Ketika Valeria keluar dari penjara, dengan kondisi berbau tak sedap, rambut kusut, nafasnya berbau busuk, dan tubuhnya penuh dengan rasa sakit, ia menatap siang hari, merasakan kehangatan matahari di wajahnya, dan air mata pun mengalir deras di matanya. Hanya dua minggu telah berlalu dalam kurungan itu, tetapi setiap jam meneteskan keputusasaan dan tenggelam dalam ketakutan yang mengerikan, tidak yakin akan nasibnya. Dia telah mengalami penganiayaan yang kejam, dan tidak ada yang peduli. Sambil merogoh-rogoh tasnya, ia mencari uang; tidak ada taksi yang mau menerima bau badannya. Ponselnya terbaring mati, kehabisan baterai selama berhari-hari. Ia bahkan tidak memiliki sebuah charger. Saat sebuah mobil melintas, dengan jendela yang terbuka, pemandangan rambut pirang Elena menarik perhatian Valeria, berkelindan dengan seorang pria yang sedang berciuman mesra. Itu adalah Adrien. Valeria ingin berpaling, tapi ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari pemandangan itu. Tasnya terlepas dari genggamannya, menumpahkan isinya ke tanah. "Permisi." Seorang pria mendekat, membantunya mengumpulkan barang-barangnya. "Sebenarnya apa yang sedang kualami sekarang?" tanya Valeria, suaranya bergetar, buru-buru memasukkan barang-barangnya kembali ke dalam tasnya dan menegakkan tubuh. "Saya rasa ini bukan soal sulit. Saya sopir Ny. Janet McKenzie. Beliau sedang menunggu Anda di dalam mobil. Tolong, jangan membuatnya menunggu. Beliau datang khusus untuk menemui Anda." "Ny. McKenzie?" Ketidakpercayaan mewarnai kata-kata Valeria. "Kau pasti keliru. Aku yakin dia di sini untuk Elena, tapi mereka sudah pergi. Anda salah orang, maafkan saya." Dia meraih tasnya dan beranjak pergi. "Bukankah Anda Nyonya McKenzie sekarang?" Pria itu bergegas mengejarnya. "Anda adalah Nyonya McKenzie yang sekarang. Tolong, ikutlah dengan saya.. Jangan buang-buang waktu saya lagi." Valeria pasrah, sadar akan keadaannya yang menjijikkan. "Aku tidak bisa bertemu dengannya seperti ini. Aku menjijikkan." " Nyonya tahu Anda baru saja dibebaskan dari penjara. Ikuti saya." Valeria mengekor di belakangnya, merasa malu dengan penampilannya. Dia harus menghadapi ibu Adrien dengan penampilan berantakan. Saat sopir membuka pintu mobil, memperlihatkan seorang wanita anggun di dalamnya, Valeria ragu-ragu. "Saya tidak bisa mendekatinya dalam keadaan seperti ini. Saya akan berbicara dengannya dari sini," sarannya. "Valeria Richardson, masuklah ke sini sekarang juga," suara dari dalam mobil memerintahkan. Tanpa ada pilihan lain, Valeria pun menurut. "Saya minta maaf!" Dia memeluk pintu mobil, sejauh mungkin dari wanita itu, yang mengenakan setelan jas putih, rambut abu-abunya yang indah melengkapi penampilannya yang dewasa. Meskipun beberapa kerutan menandai wajahnya, garis-garis ekspresinya terlihat jelas. Dihiasi dengan perhiasan yang sangat indah, termasuk anting-anting cerah dan kalung mutiara, Ny. McKenzie memancarkan kemewahan. Tas Prada miliknya berada di sampingnya, mengerdilkan tas Valeria yang sederhana. "Jangan khawatir. Sudah kuduga kau dalam keadaan yang menyedihkan. Aku datang untuk menemuimu. Aku tidak tahu apa yang kau katakan pada anakku untuk membebaskanmu, tapi aku datang kemari untuk mencari tahu. Aku tak habis pikir bagaimana Sinclair yang kurang ajar itu berani memenjarakanmu. Kurasa Elena merasa berani karena dilindungi oleh Adrien. Mereka berdua memang bodoh. Bagaimana kabarmu?" Valeria menatap wanita itu, bingung dengan situasinya. "Saya baik-baik saja," bohongnya sambil menangis, merasa sedih. " Bisa saja lebih buruk." Dia menyeka wajahnya, menatap lembut tatapan wanita di depannya. "Apakah kamu punya tempat untuk pergi?" "Saya kira ke rumah ibu saya." "Dan meninggalkan suamimu di kota ini?" "Seperti yang Anda pahami, saya adalah istri Adrien, tapi dia bukan suami saya. Kami telah menikah selama satu tahun hanya karena dia memberikan janjinya kepada saya. Terlepas dari penghinaannya terhadap saya, dia sepertinya tidak bisa mengingkari janji itu. Saya tidak tahu apakah itu berkah atau kutukan. Saya memaksanya untuk membantu saya keluar dari penjara, dan sekarang saya bingung. Saya tidak punya rencana. Saya akan kembali ke rumah ibu saya, merawatnya, dan mencari pekerjaan di sana, apa saja. Menjadi kasir saja sudah cukup. Saya cukup puas dengan kesederhanaan." "Menurut penyelidikanku, kamu bekerja di perusahaan kami." "Mungkin saya sudah dipecat." "Tidak, sepertinya tidak. Saat ini kau bekerja di bagian periklanan, tapi Adrien juga menugaskanmu untuk tugas-tugas lain. Kamu tinggal bersama keluarga Sinclair, yang menampungmu selama kamu menyelesaikan pendidikanmu. Dulu kau berteman dengan Elena, putri mereka, dan sekarang mereka membencimu karena kau bersama seseorang yang seharusnya jadi suaminya. Dengan kata lain, kembali ke sana bukanlah sebuah pilihan. Kamu mungkin bukan berasal dari keluarga terpandang, tetapi mereka telah berinvestasi untuk kemajuanmu. Apakah kamu berniat untuk mengabaikan pengorbanan mereka dan kembali ke rumah ibumu untuk bekerja sebagai kasir?" "Apa lagi yang bisa saya lakukan?" " Aku sarankan kau tetap tinggal, menjalankan peranmu sebagai istri Adrien, dan mengambil alih peran Ny. McKenzie. Itu bisa kujamin. Yang tidak bisa kujamin adalah kasih sayang anakku; itu urusanmu. Kau adalah istrinya; mainkanlah peranmu dan berusahalah untuk memenangkan hatinya, entah itu untuk sisa tahun pernikahanmu atau seterusnya. Aku tidak akan senang jika Adrien meminta cerai setelah satu tahun. Apakah kamu memahami citra yang telah dibangun oleh anakku? Kata-katanya memiliki bobot, seperti halnya kepribadiannya di depan umum, kepercayaan dirinya, dan kepastiannya. Dia membutuhkan istrinya di sisinya, meskipun hanya sebagai fasad. Kau menikah dengannya, terlepas dari perasaannya atau perselingkuhannya dengan Elena; kau akan menjadi nyonya, tidak lebih. Kau adalah Nyonya McKenzie." "Ny. McKenzie?" "Tapi tidak dengan keadaan mu saat ini, tidak dengan sikap dan kurangnya kesopanan. Kau butuh tempat tinggal yang cocok di mana kau bisa bersikap sebagai seorang wanita, di mana suamimu bisa mengunjungimu, di mana kau bisa menampilkan dirimu dengan baik. Kami akan memindahkan ibumu ke sana; kau akan merasa nyaman. Namun, sebelum semua itu terjadi, kamu harus menjalani transformasi yang signifikan. Kamu tidak bisa menampilkan dirimu di depan publik dalam keadaanmu yang sekarang; kamu tidak bisa kembali ke perusahaan dengan sikap seperti itu. Lucius, bawa kami ke spa. Nona muda ini membutuhkan perombakan menyeluruh." Valeria duduk dalam keheningan yang memukau, menyerap kata-kata Nyonya McKenzie. Beratnya tawaran itu, implikasinya, dan keberanian rencana itu membuatnya tak bisa berkata-kata. Dia melihat sekeliling interior mobil yang mewah, merasa seperti penipu di tengah kemewahan tersebut. Nyonya McKenzie, dengan tatapannya yang tajam namun penuh simpati, tampaknya mengantisipasi gejolak internal Valeria. "Kamu mungkin kewalahan, sayang, tapi percayalah, ini adalah jalan terbaik untukmu dan anakku." Valeria menelan ludah dengan keras, pikirannya berpacu dengan berbagai pemikiran yang saling bertentangan. Bisakah dia benar-benar melangkah ke dalam peran ini, menjadi istri seorang pria yang hampir tidak mengakui keberadaannya? Bisakah dia bertahan dengan pengawasan, ekspektasi, dan rasa sakit hati yang tak terelakkan? Namun, saat Valeria menatap mata Nyonya McKenzie, dia melihat sekelebat kepedulian yang tulus, secercah harapan di tengah-tengah kekacauan hidupnya. Mungkin ada kesempatan untuk mendapatkan penebusan, untuk sebuah awal yang baru, yang tersembunyi di dalam tawaran yang tak terduga ini. Dengan napas yang bergetar, Valeria mengangguk ragu-ragu. " Saya... saya akan melakukannya. Saya akan tetap tinggal." Senyum tipis menyentuh bibir Nyonya McKenzie. "Bagus. Kalau begitu sudah beres." Saat mobil melanjutkan perjalanan, pikiran Valeria dipenuhi dengan ketidakpastian dan kegelisahan. Apa yang ada di depan tidak pasti, bahkan menakutkan, tetapi dia tahu dia tidak bisa kembali sekarang. Prospek transformasi, baik secara lahiriah maupun batiniah, membayang di hadapan Valeria seperti sebuah wilayah yang belum dipetakan. Dia harus menanggalkan sisa-sisa masa lalunya, menerima peran barunya dengan tekad dan keanggunan, serta menavigasi jaringan harapan dan kewajiban yang rumit yang menunggunya. Namun di tengah ketidakpastian, satu hal yang tetap jelas - dia tidak sendirian. Dengan bimbingan dan dukungan dari Ibu McKenzie, mungkin ia dapat mengukir identitas baru, tujuan baru, dan menemukan tempatnya di dunia yang asing ini. Saat mobil berhenti di pintu masuk spa yang megah, Valeria mempersiapkan diri untuk perjalanan ke depan. Apapun tantangan yang ada, ia siap menghadapinya secara langsung. Baik atau buruk, nasibnya kini terjalin dengan nasib keluarga McKenzie, dan dia bertekad untuk memanfaatkan kesempatan yang tak terduga ini sebaik-baiknya. Pada hari itu, Janet McKenzie memancarkan seberkas cahaya ke dalam kehidupan Valeria Richardson, yang benar-benar mengukuhkannya sebagai Nyonya McKenzie yang baru, yang membuat Adrien dan Elena Sinclair senang atau tidak senang. Dia mengantar Valeria ke spa, di mana Valeria menjalani perawatan yang memanjakannya dari ujung kepala hingga ujung kaki, secara harfiah. Seluruh tubuhnya dirawat dengan cermat, dibagi menjadi beberapa bagian, dan kemudian dia dibawa ke pusat kecantikan untuk mengatasi rambutnya yang rusak. Keluar dari ruangan tersebut, ia mengenakan potongan rambut sebahu yang memukau dengan poni yang menghadap ke depan dan sedikit lebih panjang di bagian belakang. Potongan tersebut menghidupkan kembali warna coklat alami rambutnya, menambahkan warna yang lebih terang dan halus yang secara sempurna melengkapi fitur-fiturnya. Alisnya dibentuk dengan sempurna, dan saat Valeria menatap bayangannya, ia tidak bisa tidak mengagumi transformasi yang ada di hadapannya. Dia mengaku merasa cantik, terpikat dengan setiap aspek penampilannya. Pakaian. Belum pernah sebelumnya Valeria dibanjiri dengan begitu banyak pakaian, apalagi label-label desainer. Janet secara eksklusif mengunjungi butik-butik desainer kelas atas, membeli merek-merek yang diakui secara internasional dan berharga selangit. Berdiri di tengah kesibukannya, Valeria mengamati para pelayan yang terus mengantarkan pakaian yang disesuaikan dengan ukurannya, semuanya di bawah pengawasan Janet. Mereka harus meminta mobil lain karena banyaknya barang yang tidak muat di mobil yang mereka tempati. Sepatu? Tampaknya istilah ini kehilangan arti penting di tengah-tengah deretan alas kaki dari berbagai jenis, kelas, dan merek yang kini dimiliki Valeria. "Sebaiknya kamu harus belajar menggunakan sepatu hak tinggi, sayang!" Janet menasihati dengan nada elegan. "Seorang wanita sejati harus selalu membawa diri dengan anggun dan tenang, menghindari kesan vulgar. Konsistensi dalam tinggi tumit adalah kuncinya, mungkin sedikit lebih rendah, tapi jangan pernah lebih tinggi. Dan ingat, pilihan tas tangan adalah yang terpenting; tas yang tidak serasi dapat merusak penampilan yang paling sempurna sekalipun. Pertimbangkan saranku dengan hati-hati, itu sangat berharga." Valeria mendengarkan dengan penuh perhatian, mencatat setiap kata dalam ingatannya. Kini, dengan sarat akan barang-barang mewah dan mewah, Valeria berangkat menuju tempat tinggal barunya, di mana ia akan segera bertemu kembali dengan ibunya dan mengambil peran sebagai nyonya rumah. Melangkah keluar dari mobil, Valeria menganga kagum pada kediaman bertingkat yang megah di hadapannya, dengan fasad berlapis batu yang dihiasi jendela kaca yang luas dan karangan bunga yang rimbun, dikelilingi oleh taman-taman yang terawat, sebuah pemandangan yang indah untuk dilihat. "Ini adalah rumah baru mu. Mungkin suatu hari nanti akan dipenuhi dengan tawa anak-anak." " Rumah ini sangat besar!" "Sayangku, ini adalah yang terkecil yang bisa kutemukan di antara properti yang kita miliki. Adrien paling sering mengunjungi yang satu ini, dia menganggapnya sebagai tempat favoritnya, tempat untuk berkontemplasi. Dan sekarang, tempat ini akan digunakan bersama istrinya. Bukankah itu luar biasa? Kamu akan memiliki staf yang siap sedia untuk membantu; kamu hanya perlu bertanya. Ingat, kamulah wanita itu, Nyonya McKenzie yang baru. Rangkullah nama itu tanpa syarat. Transportasi? Ah, ya, aku ingat ada dua mobil di garasi yang mungkin sesuai dengan kebutuhan mu. Jika kau membutuhkan sopir, jangan ragu untuk memintanya. Besok, kamu akan kembali ke tugasmu, masuk melalui pintu depan sebagai seorang wanita, bukan hanya seorang karyawan. Jangan kecewakan aku, sayangku. Aku melihat potensi besar dalam dirimu." Dengan itu, Janet mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tasnya dan menyerahkannya kepada Valeria. "Ini untukmu, sebuah telepon baru. Pertahankan nomor teleponmu dengan bijaksana; eksklusivitas sekarang menjadi sekutumu. Bersikaplah tangguh; menghadapi penolakan dari seorang pria tidak pernah mudah, tapi kamu akan bertahan." Empat orang wanita, mengenakan seragam biru dan putih, keluar dari rumah, dengan hangat menyapa nyonya rumah yang baru dan memperkenalkan diri mereka sebagai staf rumah tangga. Saat mereka mulai menurunkan mobil, Valeria memulai tur ke wilayah barunya. Sebuah babak baru terbuka bagi Valeria, babak di mana ia membutuhkan kekuatan untuk menghadapi penolakan Adrien, kemarahan Elena, dan tantangan kehidupan barunya sebagai Nyonya McKenzie. Dan mungkin, jika keberuntungan berpihak padanya, ia akan menantikan kunjungan Adrien ke kediaman mereka bersama. Valeria menjelajahi setiap sudut rumah barunya dengan perasaan senang dan gentar. Dari foyer megah yang dihiasi dengan perabotan penuh hiasan hingga ruang duduk yang nyaman yang terselip di sudut-sudut yang tenang, setiap inci rumah itu membisikkan kemewahan dan gengsi. Di setiap langkahnya, Valeria tidak bisa menghilangkan perasaan sebagai orang luar yang masuk ke dalam dunia yang bukan miliknya. Lingkungan yang mewah, gaya hidup yang mewah-semuanya tampak seperti mimpi yang terlalu nyata untuk dipahami sepenuhnya. Namun, terlepas dari kemegahannya, ada perasaan terisolasi, sebuah pengingat bahwa dia sekarang terjalin dalam dunia di mana penampilan adalah yang utama, dan ekspektasi yang tinggi. Beban dari status barunya sebagai Nyonya McKenzie sangat membebani pundaknya, sebuah pengingat akan peran yang harus ia mainkan. Ketika malam menjelang, Valeria mendapati dirinya berdiri sendirian di balkon, menatap ke arah lahan luas yang bermandikan cahaya keemasan senja. Ketenangan saat itu memberikan jeda sejenak dari pusaran emosi yang berputar-putar di dalam dirinya. Di kejauhan, ia melihat sesosok tubuh yang berjalan di jalan berliku menuju ke mansion. Sebuah antisipasi bergejolak di dalam diri Valeria saat ia mengenali siluet Adrien Sinclair yang sudah dikenalnya. Terlepas dari ketidakpastian yang ada di depan mata, ada secercah harapan bahwa kehadirannya akan membawa sedikit keakraban dalam realitas barunya. Valeria menghela napas dan melangkah mundur dari balkon, siap menghadapi tantangan apa pun yang menunggunya saat ia memulai babak baru dalam kehidupannya sebagai Nyonya McKenzie. Baik atau buruk, perjalanannya baru saja dimulai.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN