Tentang Nayra Dan Niko

1082 Kata
Lia melamun dalam mobil. Dia berfikir tentang Nayra, haruskah Nayra menghancurkan hidupnya karenanya. Dia sangat menyayangi sahabatnya itu. "Kenapa kamu melamun Lia? Apa karena Nayra," tebak Bram. Lia mengangguk. "Pak Bram." "Panggil aku kakak saja," potong Bram. "Kak Bram sudah lama bekerja dengan Niko?" tanya Lia sedikit ragu. "Sudah 10 tahun," sahut Bram sembil tersenyum kearah Lia kemudian kembali fokus kepada jalan. Lia terlihat ragu namun dia penasaran. "Kak, apa kak Bram tau tentang Nayra dan Niko?" tanya Lia terlihat ragu. "Tentu saja aku tau," jawab Bram "Nayra sangat keras hati dari kecil. Dia begitu dimanja oleh Neneknya dan Ayahnya. Bahkan Nayra sangat dekat dengan Nona Zara sahabat dari Ibunya Nayra. "Aku tadi mendengar ancaman Nayra," Bram tersenyum kepada Lia yang terlihat begitu sedih. "Bukannya aku menakuti kamu Lia Kamu tau berapa bodyguard yang sudah di sewa oleh tuan untuk menjaga Nayra tetap saja mereka semua kalah semua dengan ancaman Nayra. Bahkan Nayra sudah pernah dikurung beberapa hari tapi ada saja cara yang dia lakukan untuk bunuh diri jika keinginannya tidak dituruti. Dari dulu Nayra ingin ayahnya menikahi Nona Zara dan itu alasan kenapa tuan jarang pulang kerumah lebih memilih tinggal di apartemen." "Kenapa niko tidak mau menikahi Nona Zara?" tanya Lia begitu penasaran. "Karena Nona Zara tidak baik seperti yang Nayra lihat. Bahkan Nona Zara begitu licik." Bram kembali tersenyum kepada Lia, Lia semakin tidak mengerti. "Kenapa niko gak kasi tau Nayra kalo Nona Zara itu licik?" tanya Lia polos. "Kamu memang sangat polos Lia. Pantesan tuan begitu menyayangi kamu dan jatuh cinta dengan kamu," ucap Bram membuat wajah Lia seketika menjadi merah karena malu. "Nona Zara tidak sesederhana yang kita lihat, orang-orang dibelakangnya sangat kuat, itu yang membuat tuan tidak bisa gegabah. Yang bisa bantu tuan adalah mantan istrinya namun kami belum bisa mendapatkan jejaknya," jelas Bram lagi. "Bukankah ayah memiliki kuasa yang kuat, kok malah gak bisa cari mantan istri apalagi itu untuk kebaikan Nayra?" tanya Lia lagi. " Mencari orang yang sudah belasan tahun menghilang tidaklah mudah apalagi kami baru mulai mencarinya." "Baru mulai...?" "I_iya itu tuan lakukan hanya untuk kamu Lia. Dulu tuan tidak pernah peduli. Tapi sekarang karena kamu tuan mencari Nyonya Astrid. Dulu tuan gak peduli jika Nona Zara ada campur tangan dalam perceraian mereka. Tuan ingin Nayra tau kebusukan Nona Zara agar Nayra bisa menerima kamu jadi ibu sambungnya," jelas Bram lagi. "Dulu tuan hanya ingin bersenang-senang saja dengan para wanita tanpa ikatan pernikahan namun semenjak bertemu dengan kamu, tuan malah ingin menikah," imbuh Bram lagi. Ada rasa bahagia sekaligus sedih dalam waktu bersamaan. Lia juga sudah jatuh cinta dengan sosok dewasa itu, namun penghalang mereka sangat berat yaitu Nayra. Lia juga sangat mencintai sahabatnya dia tidak pernah mengetahui jika sahabatnya itu memiliki sisi lain. Yang dia tau Nayra sangat baik hati. * Niko menemani ibunya di dirumah sakit bersama Nayra, mereka tidak saling tegur sapa, khususnya Nayra dia tetap dengan mode diamnya, padahal sang ayah sudah mengajaknya berbicara. "Nay, ayah mau bicara sama kamu," ucap Niko lembut duduk disamping putrinya. "Nay, apa yang kamu lihat baik belom tentu baik Nak. ayah sama Mommy kamu bercerai karena ada campur tangan dari Zara," jelas Niko Nayra memutar lehernya yang tadinya tidak mau melihat sang ayah, kini menatap ayahnya dengan tatapan tajam, senyum sinis terbit dari wajah Nayra. "Tega ya ayah memfitnah wanita sebaik Tante Zara demi Pelacur itu," cibir Nayra. "Nay, stop sebut lia p*lacur dia tidak seperti itu bahkan ayah orang pertama untuknya," tegas Niko namun Nayra sama sekali tidak peduli Nayra mendengus. "Pelet apa yang Lia kasih ke ayah sampai ayah lupa sama aku dan Oma. ayah boleh lupa kebaikan Tante Zara tapi kami_," ujar Nayra. "Nay, tolong jangan seperti ini." Nayra malas dengan ayahnya dia beranjak dari tempat duduknya. Niko menarik tangan putrinya tapi Nayra menghempaskan tangan ayahnya. Pagi-pagi dia malas berdebat mendingan dia meninggalkan ruangan itu. "Nayra...." panggil niko "Niko, lebih baik kamu pergi, jangan buat kondisi mommy tambah parah. Mommy pingin hidup lebih lama hidup jagain Nayra. Karena kamu lebih memilih p*lacur itu ketimbang kami," ucap Rianti lemah. "Pak Niko, kondisi Mommy anda tidak baik tolong jangan membuatnya lebih tertekan lagi," kata perawat yang sudah biasa merawat Mommy Rianti jika dirawat di rumah sakit. Stres, itu yang Niko rasakan saat ini. Dia begitu mencintai putrinya dan ibunya namun dia juga tidak bisa melepaskan Lia Bagaimana pun dia sudah jatuh cinta dengan wanita muda itu. Apalagi mereka melakukan tidak pernah menggunakan pengaman, kemungkinan besar Lia hamil. * Lia bangun dengan kondisi yang kurang sehat, wajahnya pucat perutnya tidak enak. Niko tidak ingin membuat seisi rumah khawatir. Hari ini jadwal Deon kontrol, Bram akan mengantar mereka kerumah sakit kebetulan rumah sakitnya sama dengan rumah sakit dimana Nyonya Rianti dirawat. Niko meminta Bram mengantar mereka kerumah sakit. "Bram kamu balik saja kekantor, nanti Lia biar sama saya pulang," titah Niko yang sudah menunggu mereka. "Baik Tuan." Bram meninggalkan mereka. "Sayang kenapa wajah kamu pucat?" tanya Niko sambil berjalan menuju ke ruang physioterapi mengantar Deon. Niko mendorong kursi roda Deon. "Mungkin kemarin begadang ," sahut Lia menutupi keadaannya. "Sepertinya kamu juga kurang tidur," ujar Lia melihat Niko begitu berantakan " sudah makan?" tanya Lia. "Belom sayang," jawab Niko jujur. " makan dulu sana nanti kamu sakit." "Nanti saja setelah Deon masuk keruang terapi." Kamu temeni aku ya," pinta Niko "Kak Lia, Deon gak apa-apa ditinggal sendiri. Deon sudah kenal sama perawat sama dokternya, mereka semua baik dengan Deon," ucap Deon yang begitu pengertian. Niko mengacak rambut anak kecil yang sudah seperti putranya sendiri. Niko begitu mengasihani takdir adik kakak ini. Kenapa anak yang baik seperti ini justru ditelantarkan oleh kedua orang tuanya. Deon yang sudah punya janji tentunya sudah ditunggu perawat sama dokter. Deon termasuk pasien VVIP, karena semua biaya ditanggung oleh Niko Dokter dan perawat melirik kearah Lia. Ini pertama kalinya sosok Niko sampai turun tangan mendorong kursi roda. Belum lagi perhatian Niko dengan Lia yang sangat berbeda membuat yang melihat pastinya iri. Karena sosok Niko adalah sosok idola kaum Hawa. Setelah menitipkan Deon,Niko mengajak Lia kekantin. Niko memang stres dan tidak berselera makan namun karena wajah Lia yang pucat dan dia yakin wanitanya pasti juga belum makan. Niko yakin Lia tadi berbohong bilang sudah makan. "Kamu mau makan apa sayang?" tanya Niko dengan lembut. "Lia gak berselera makan," tolaknya Lia yang memang tidak berselera makan. "Kamu harus makan sayang," paksa Niko langsung memesankan soto untuknya. Niko tau kalo wanitanya ini paling suka soto ayam. Tak berselang lama soto yang Niko pesan pun datang. Seorang pelayan menyajikannya dihadapan Lia. UEKKKK... "Lia kamu kenapa?"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN