Wanita Munafik

1114 Kata
Niko sudah terbangun sekitar jam 4 pagi. Dia mengamati wajah polos calon istrinya yang begitu cantik, bibirnya mengulas senyum. Niko mendekatkan wajahnya lagi lalu melumat bibir Lia yang begitu menggodanya. Lia yang merasakan ada lumatan pada bibirnya langsung membuka matanya. Tubuh kekar laki-laki dewasa itu sudah berada diatasnya. "ko..." lirih Lia saat Niko melepaskan lumatannya. "Sayang, pingin satu ronde lagi ya, biar aku semangat kerjanya." Niko mulai menciumi lehernya yang masih banyak tanda jejak kepemilikannya yang kemarin dia buat. "ko....," leguh Lia. Dia juga menginginkan laki-laki dewasa itu, laki-laki yang memberikan rasa aman dan nyaman yang tidak pernah dia dapat dari siapapun. Lia pasrah di bawah kendali Niko yang memberikan sejuta kenikmatan. Apalagi disaat Niko memasukkan miliknya lagi kedalam intinya. Lia mengalungkan kedua tangannya di leher Niko. Niko terus mengerakan pinggangnya di bawah sana menikmati enaknya bagian inti Lia yang masih sempit. Niko seakan tidak percaya kehabisan tenaga terus memompa tubuh Lia. Tubuh yang sudah membuatnya kecanduan jika hari ini tidak ada rapat penting Niko akan memilih tinggal di apartemen bersama dengan Lia. "Lia, aku pulangnya malam. Kamu di apartemen saja jangan kemana-mana," perintah Niko. Selama beberapa hari ini Lia juga tidak pernah keluar dari apartemen bahkan dia tidak pergi kekampusnya. "Iya " jawab Lia sembari menyesap s**u hangat yang Niko buatkan untuknya. Sarapan pagi yang sangat simple, roti bakar, karena si mbok tidak bekerja hari ini karena ada acara keluarga. "Nanti butuh apa-apa kamu telpon saja," pesan Niko sebelum meninggalkan membuka pintu apartemen. Lia mengantar Niko sampai depan pintu. Sebelum pergi Niko mengecup bibir Lia lalu mengusap rambutnya lembut, Lia membalas Niko dengan senyuman lembut dibibirnya. Lia memperhatikan tubuh kekar Niko sampai masuk ke dalam lift. Niko melambaikan tangannya sebelum pintu lift tertutup rapat. Lia akan masuk kembali ke dalam apartemen, namun sebuah tangan mencengram lengannya dengan kuat. "Jadi ini alasan kamu menolak balik sama aku Lia," seru Rey, Lia begitu terkejut melihat Rey. Lepaskan aku," bentak Lia dengan tatapan tajamnya. "Jadi kamu lebih suka ditiduri laki-laki tua seperti tadi dari pada aku," ejek Rey tanpa mau melepaskan cengkeramannya di tangan Lia. "Bukan urusan kamu, kita sudah putus. Jangan ikut campur urusanku," sahut Lia galak. Dia begitu benci dengan Rey. Lia berusaha melepaskan diri namun Rey menghimpitnya didinding membuat Lia tidak bisa bergerak. "Apa milik laki-laki tua itu hebat sampai kamu lebih memilihnya dari aku," Rey tidak terima jika dirinya harus dijalankan oleh laki-laki yang seumuran ayahnya. Rey memang tidak melihat wajah laki-laki itu dengan jelas. Tentu saja ego Rey terluka, selama ini tidak ada yang bisa mengalahkannya dari segi ketampanan dan kekayaan, orang tuanya termasuk pengusaha hebat di kota ini. "Iya, dia lebih hebat dari kamu Rey bahkan dia jauh lebih baik dari kamu," sembur Lia yang hatinya begitu terluka. Rey, begitu sakit hati mendengar kata-kata Lia yang begitu melukai harga dirinya. Dengan kemarahan Rey langsung menarik Lia masuk kedalam apartemen Niko. "Lepaskan aku," Lia berusaha mendorong tubuh Rey yang sudah menindihnya dilantai Rey sudah seperti orang kesetanan, dia tidak terima sekaligus cemburu, Rey dari dulu menginginkan Lia, dia sangat mencintai Lia makanya dia tidak menyentuh Lia memilih melampiaskan hasratnya dengan wanita lain termasuk wanita yang Lia liat di apartemen itu. Rey tidak serius dengan wanita itu. Lia terus berontak mempertahankan tubuhnya. Dia hanya ingin Niko seorang yang menyentuh tubuhnya, tidak orang lain termasuk Rey. Lia terus berontak dan berteriak meminta tolong namun tidak ada yang mendengarnya. Rey mulai menciumi lehernya. Rey mengunci kedua tangan Lia diatas kepalanya. Lia terus berteriak mempertahankan dirinya. "Lia, akan aku buktikan kalo aku lebih kuat dari laki-laki tua itu. Kamu pasti menyukai permainanku." Rey, kembali melanjutkan aksinya Lia terus mengeleng-gelengkan kepalanya menandakan penolakannya namun Rey tidak peduli. Yang Rey inginkan sekarang menyentuh Lia dia tidak peduli Lia sudah dijamah laki-laki lain. Tangan Rey merobek pakaian yang Lia gunakan sehingga menampakkan tubuh mulus Lia. Rey menelan salivanya, sekaligus begitu marah melihat tubuh mulus Lia begitu banyak jejak kepemilikannya laki-laki lain. Lia terus berteriak meminta Rey berhenti bahkan Lia menangis tapi Rey tidak peduli. Dirinya sudah dikuasai oleh hasratnya. Brakkkkkk Tubuh Rey terpental cukup jauh karena tendangan Niko. Niko tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menghajar Rey sampai darah keluar dari sudut bibirnya. Betapa terkejutnya Niko melihat kejadian ini dimana terlihat jelas laki-laki itu ingin memperkosa Lia. Niko kembali karena ponselnya tertinggal. Niko melepaskan Jasnya menutupi tubuh Lia yang sudah hampir polos itu. Lia menangis dipelukan Niko , dia begitu ketakutan. "Jangan takut aku bersamamu," Niko memeluk dan menepuk lembut punggung Lia. Tatapan Niko tertuju pada laki-laki muda dihadapannya yang masih menahan sakit. "Lia, jadi dia kekasihmu? Aku tidak menyangka kamu mengkhianati Nayra juga. Aku kira kamu wanita yang berbeda dari wanita lainnya. Munafik," ujar Rey menahan rasa sakitnya sambil menatap Lia yang berada dalam pelukan laki-laki yang dia tau adalah ayah dari Nayra. "Tindakan kamu sangat berani sekali ingin mengganggu calon istri saya. Apa ini didikan yang ayahmu berikan," balas Niko. "Tutup mulut anda. Sikap anda jauh lebih tidak terpuji dari saya, jangan pernah menghina ayah saya," ujar Rey lagi yang berusaha bangun. "Saya seorang duda, hubungan saya dan Lia tidak salah," sahut Niko "Memacari anak yang pantasnya menjadi putri anda, itu yang anda katakan tidak salah," balas Rey. "Tentu saja. Lia sudah berumur 17 tahun itu sudah cukup umur. Apalagi kami berhubungan setelah kalian putus," sahut Niko membuat Rey langsung tertawa terbahak-bahak. "Jadi Anda tau hubungan kami. Apa anda tidak berfikir kalo anda hanya pelarian Lia saja," ucap Rey sambil tertawa. "Jika Lia menganggap saya sebagai pelarian kenapa dia menyerahkan semuanya pada saya dan tidak pada kamu. Nyatanya tadi Lia begitu menolak kamu sentuh itu sudah membuktikan jika Lia tidak menjadikan saya sebagai pelarian," balas Niko . "Kamu punya dua pilihan pergi dari sini dan jangan ganggu calon istri saya lagi atau saya akan pelaporan kamu kekantor polisi," ancam Niko. Rey masih berfikir waras, dia tau sedang berhadapan dengan siapa saat ini, bahkan ayahnya sendiri tidak memiliki kuasa melawan sosok seorang Niko . Sebelum pergi Rey melihat kearah Lia yang masih menangis didada bidang laki-laki itu. Sakit itu yang Rey rasakan saat ini, wanita yang begitu dia cintai berada dalam pelukan laki-laki lain. Menyesal kata itu sudah terlambat, seandainya malam itu dia tidak menghianati Lia dia tidak akan kehilangannya. Rey menitihkan air matanya sebelum pergi meninggalkan apartemen itu. Niko melihat ada cinta yang kuat dalam mata Rey, itu Kenapa dia tidak melaporkan Rey ke kantor polisi. Rey melangkah keluar dari apartemen itu. Rey tidak pernah menyangka akan bertemu Lia disana. Padahal Rey berniat mengunjungi sepupunya. "Lia, kenapa begitu cepat kamu melupakan tentang kita. Aku sangat mencintai kamu. Malam itu memang salahku telah mengkhianatimu," sesal Rey. Mobil Rey akan bergerak mundur namun kaca mobilnya di ketuk oleh seseorang. "Kamu..." "Kamu mencintai Lia kan. Gimana kalo kita bekerjasama."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN