Naya tidak diizinkan untuk ikut duduk di ruang tamu. Ia diminta Rendi untuk langsung pergi ke gudang, sedangkan pria itu duduk di ruang tamu. Menunggu kedatangan anggota keluarganya yang tak tahu kini entah di mana. Senja sudah menjelang seharusnya mereka semua sudah berkumpul di rumah seperti biasa. Tapi, nyatanya Rendi tak menemukan keberadaan mereka. Kecuali Lisa, ya, ia berdiam diri di kamar untuk belajar. Meskipun otaknya rada geser sedikit, tapi ia tetap mengutamakan nilai demi kelulusannya. “Akhirnya kalian datang juga. Darimana?” tanya Rendi, tanpa menoleh ke arah Aira dan Kendra yang baru saja datang. Disusul Herni yang wajahnya tampak semakin masam saja. “Baru tutup,Yah.” Aira menyahut. Dan demi terlihat seperti menantu idaman, ia duduk di sofa yang ada di depan Rendi. “Ayah s

