BENANG MERAH

1540 Kata

“Dia mengatakan kepadaku bahwa jika aku tidak bisa melepasnya, maka aku tidak perlu melakukan itu. Namun dia juga memberiku peringatan bahwa aku akan terus-menerus merasakan luka jika memaksakan takdir untuk bersamanya.” ***  “Papa,” sapaku begitu aku memasuki ruangan serba putih di mana Frederick berada.  “Siapa yang kau panggil Papa dengan nada lembut seperti itu?” sahutnya, dia berdecak. “Untuk apa juga kau datang ke sini? Kau benar-benar tidak takut sama sekali, ya.”  “Aku harus mendapatkan informasi tentang keluarga Gabriel darimu hari ini jadi tidak ada yang perlu aku takutkan,” ungkapku jujur, aku duduk di lantai. “Bisakah kau membantuku?”  “Kau memang banyak bertingkah padahal sudah dua kali kau hampir terbunuh,” katanya. “Aku tidak punya informasi menarik, kau tidak bisa berh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN