Chapter 6 Kepulangan Halmeoni dan Harabeoji

2188 Kata
Hari ini matahari memancarkan sinarnya dengan terik menyengat. Awan putih menggumpal dengan lukisan langit biru yang indah menghiasi hari ini. Arumi dan teman-temannya sedang disibukkan dengan kuliah masing-masing. “Minggu ini kita bawain lagu siapa?” tanya Arga melalui sambungan telfon yang mereka sambungkan berenam. “Mau Korea ya!” sahut Arumi memberikan teman-temannya ide. “Lagu apa Korea? Minta cordnya lah kalau gitu.” Timpal Reno. “Aku kirim!” jawab Arumi cepat. Sesaat setelahnya, ia mengirimkan teman-temannya link lagu yang ingin di mainkan minggu ini via group w******p mereka. “Woaahh Rumi! Cepat sekali kamu!” ujar Vino memuji kecepatan Arumi dalam mengirimkan cord yang teman-temannya inginkan. “Lagu apalah ini?” keluh Okto saat melihat judulnya. “Goodbye yang lagu ost drama Korea Devilish Joy.” Arumi menjawab pertanyaan Okto dengan semangat. “Ya ampun dasar anak Korea.” Ayu pun ikut menimpali candaannya. “Tau nih dasar ya! Aku tuh tidak pernah menonton drama, malah disuruh cover lagunya!” ujar Okto lagi. “Kalau gitu mulai hari ini tonton ya dramanya. Hahaha dapat di pastikan kalau kalian akan menyukainya.” “Yayaya.. Eh sudah ya, aku ada kelas! Bye!” Okto menutup sambungan telfonnya dan di ikuti oleh Arga dan Reno. “Sampai bertemu di kelas guys!” ujar Arumi pada Vino dan Ayu. Arumi melangkahkan kakinya menjauh dari perpustakaan yang di penuhi oleh rak-rak penuh buku menuju ke kelasnya. Hari ini ia ada presentasi, hingga ia harus membawa beberapa referensi buku dari perpustakaan. Di tangannya sudah ada 3 buku dengan ketebalan yang tidak bisa di bilang tipis. *** Di tempat yang berbeda Yannie sedang membantu menyiapkan keperluan mertuanya untuk pulang kembali ke Korea lima hari lagi. “Sieomeoni, i osman gajyeosibnika? (Mah, pakaiannya hanya ini saja?)" tanya Yannie pada sang mertua. “Ne, osmyeoch beolman gajyeowasseubnida. (Ya, kami hanya membawa sedikit pakaian).” Jawab Lee Choon Hee dengan lembut. “Sieomeoni, sanchaeng gaja! Sieomeoni siabeoji os-eul s**o sipeoyo. (Mah, kita jalan yuk! Aku ingin belikan Mamah dan Papah pakaian).” Yannie mengajak ibu mertuanya itu kembali berjalan-jalan untuk membeli baju yang akan mereka bawa ke Korea. “Eoje  dangsineun uliege oseul sajueosseubnida. (Kemarin kan kalian sudah membelikan Mamah dan Papah baju.)” Ujar Choon Hee tidak ingin merepotkan anak menantunya itu. “Yoegi Eomma Appa ossisseoyo, najunge geogeieso bomoseul sajugo sipeo. (Kan itu baju untuk disini Mah, saya mau belikan Mamah baju baru untuk musim semi nanti).” Yannie meyakinkan sang Mamah mertua untuk pergi bersamanya. “Alasseo, eomma gati gaja.  (Baiklah, Mamah ikut denganmu).” Ujar Choon Hee pada menantunya itu. Yannie dan Lee Choon Hee pun akhirnya keluar rumah menuju mall dengan di antar oleh supir mereka. Sedangkan Kim Young Hwang dan Kim Yoo Sub sedang berada di restoran. Yannie membelikan semua yang dibutuhkan kedua mertuanya menyambut musim semi di Korea. Baik yang di butuhkan Lee Choon Hee maupun Kim Yoo Sub. Mulai dari celana hingga pakaian keduanya, agar mertuanya tetap merasa nyaman memakainya. Ia juga membelikan untuk kedua keponakannya, anak dari adik suaminya. “Arumi Appasigdangeso meogja Eomma. (Kita makan di restoran ayahnya Arumi saja ya Mah)” tanya Yannie pada Choon Hee. “Alasseo! (Baiklah!)” Lee Choon Hee menuruti yang di inginkan mantunya itu. Jika banyak pepatah tentang mertua dan menantu yang seperti anjing dan kucing yang selalu mencela, berbeda dengan Yannie dan Mertuanya. Lee Choon Hee pun memperlakukan Yannie seperti anak kandungnya sendiri sejak Young Hewang mengenalkannya pada keluarga Kim sebelum mereka menikah waktu itu. “Eomma, dochaghaesseoyo. (Kita sampai Mah)” Yannie menunjukan restoran yang suaminya dan ia bangun bersama dari nol. Kini sudah menjadi restoran yang laris dan banyak di cari banyak orang. Dari orang lokal maupun mancanegara. “Eomma, deuleogaja! (Ayo Mah masuk!)” Yannie menggandeng sang Mamah mertua masuk ke dalam restoran. Di dalam restoran sudah ada waitters yang menyambut keduanya dengan ramah. “Bapak ada?” tanya Yannie pada sang karyawan. “Ada bu, di dapur bersama dengan mertua anda.” Jawab sang karyawan masih dengan senyum ramah di wajahnya. “Baiklah kalau gitu tolong panggilkan, bilang kami menunggu makanannya ya!” Yannie memerintahkan sang karyawan untuk memanggilkan suami dan Ayah mertuanya keluar. “Baik bu.” Seraya menunggu suami dan Ayah mertuanya datang, Yannie dan Lee Choon Hee duduk di meja yang tersedia. Pelayan mengambilkan segelas air putih untuk di meja Yannie dan ibu mertuanya. “식당은 한국과 똑같아요? (Tampilan restorannya seperti di Korea ya?)” tanya Lee Choon Hee pada menantunya itu. “네, 엄마, 우리는 일부러 한식당 컨셉을 따랐습니다. 시어머니와 시아버지를 항상 기억하도록 (Iya mah... Sengaja mengikuti restoran yang ada di Korea sana. Agar kami selalu mengingat Mamah dan Papah juga disana).” Jawab Yannie dengan jujur. Di tengah pembicaraan keduanya, Arka datang dengan makanan yang sudah ia buat bersama sang Ayah. “여기 있습니다. 저는 부모님을위한 특별한 것을 만들었습니다. (Ini dia, saya membuat yang spesial untuk kalian).” Arka membawakan semur Kimchi dan mie dingin ala dia dan sang Papah. Dengan menggunakan bumbu-bumbu yang di bawa orang tuanya dari Korea, ia pun membuat makanan spesial untuk istri dan Mamahnya. “어떻게? (Gimana?)” tanya Akra penasaran dengan rasa dari masakannya. “맛있는! (Lezat!)” senyum bahagia terpancar dari wajah sang istri, dan juga kedua orang tuanya yang mengatakan makanannya lezat. Perasaan puas Arka melihat keluarganya menikmati masakan yang ia buat. Usai makan, Arka dan keluarga keluar dari restoran dan pulang menuju rumah bersama-sama. *** Merasakan cinta dan kasih adalah fitrah setiap orang, itu pun yang Arumi inginkan dan Arumi rasakan. Diantara keluarganya yang hangat, Papah dan Mamah yang bersedia memberikan segalanya untuknya, Adik-adiknya yang ia sayang dan menyayanginya, juga Kakek dan Nenek yang senantiasa memberikan pelajaran hidup untuknya. Kini Halmeoni dan Harabeojinya akan pulang kembali ke negaranya, Korea. “할아버지와 할머니가 또 만나요! 조부모님은 항상 건강 하시길 바랍니다 (Halmeoni dan Harabeoji, sampai jumpa! Semoga kalian sehat selalu ya!)” Arumi mengucapkan salam perpisahannya pada Lee Choon Hee dan Kim Yoo Sub. “너도 건강 해 내 손자 (Kamu juga sehat terus ya cucuku!)” Lee Choon Hee memeluk hangat Arumi dan semua cucu-cucunya. “아버지와 어머니가 당신의 건강을 돌봐주세요. 아이들이 방학이면 한국에 올게요. (Eomma, Appa, jaga kesehatan kalian! Saya akan datang ke Korea jika anak-anak libur sekolah ya!)” Janji Arka pada kedua orang tuanya seraya memeluk mereka dengan erat. Begitu juga dengan Yannie, ia memeluk kedua orang tuanya itu dengan hangat dan berharap mereka akan di pertemukan kembali suatu saat nanti. Perasaan haru menyelimuti keluarga Kim hari itu melepas Lee Choon Hee dan Kim Yoo Sub kembali ke negara mereka, Korea. Tak bisa di pungkiri bahwa mereka sama-sama masih saling menyembunyikan perasaan kangen mereka. Namun jarak harus memisahkan mereka sementara waktu hingga waktu yang akan mempertemukan mereka kembali. Usai mengantar kepergian Halmeoni dan Harabeojinya, Arumi bersiap untuk bertemu teman-temannya di basecamp. Dengan di antar oleh Arka, Arumi melaju menuju basecampe mereka. “Rumi buat apa sih memang bersama teman-teman?” tanya Arka penasaran saat mereka berdua duduk di mobil bersama melaju menuju basecamp Arumi and friends. “Kita buat Band Pah!” jawab Arumi bersemangat. “Lalu lagu yang di mainkan lagu apa?” tanya Arka lagi. “Ya seenaknya kita saja Pah maunya lagu apa. Kalau hari ini lagu Goodbye dari Lee Yoon Jin Pah.” Cerita Arumi bersemangat. “Loh, itu lagu luar bukan? Kamu yang menyanyikan?” “Iya Pah, hari ini aku yang memilih lagunya.” “Oh, oke kalau begitu, sekarang kita sudah sampai!” Arka menghentikan mobilnya tepat di depan basecamp yang di sebutkan Arumi. “Oke, aku pamit ya pah!” Arumi menyalami Arka dan turun dari mobil. Ia melambaikan tangan pada sang Papah setelah turun dan menunngu Papahnya melaju hingga tidak terlihat lagi mobilnya. Arumi melangkahkan kaki dengan mantab masuk menuju rumah Reno yang di jadikan Basecamp. Di dalam sudah ada semua teman-temannya menunggu Arumi datang. “Lama sekali!” ujar Vino tidak sabar. “Aku kan harus mengantar Halmeoni dan Harabeoji dulu. Maaf ya!” Arumi memasang wajah sedih karena harus membuat teman-temannya menunggu. “Sudah ah gak usah lama-lamaan deh. Kita latihan dulu ya satu kali. Soalnya inikan lagu yang baru banget kita denger!” ujar Vino menghentikan teman-temannya berlama-lama. Ke enamnya mencoba latihan dengan lagu baru yang di inginkan Arumi sebelum mereka memulai yang sesungguhnya. *** Arumi yang haru ini bernyanyi sendiri. Ia sudah siap di depan mic nya dan memulai lagu yang ia request pada teman-temannya. ꭉꭊ 설레는 손 처음 잡던날 (Seolleneun son cheoeum japdeonnal) 운명처럼 특별하게 느껴져 (Unmyeong cheoreom theulbyeolhage neukkyeojyeo) 벅차는 가슴은 아마도 (Beokchaneun gaseumeun amado) 조금은 사랑이라 믿었는데 (Jogeumeun sarangiran mideonneunde) 니맘 내맘 같진 않았나봐 내가 더 (Ni mam nae mam gatjin anhannabwa naega deo) 많이 좋아했나봐 (Manhi johahaennabwa) 혼자 착각했던 기적같은 로맨스 (Honja chakgakhaetdeon gijeokgatheun romaenseu) 이제 그만 끝내 (Ije geuman kkeutnae) Good Bye Bye Bye Bye Bye My Love Good Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye 잘가 (Jalga) 뒤돌아보지말고 가 Uh (Dwidorabojimalgo ga uuh) Good Bye Bye Bye Bye Bye My Love Good Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye 안녕 (Annyeong) 바보같은 사랑 안녕 (Babogatheun sarang annyeong) 눈부신 햇살이 따뜻해 (Nunbusin haessari ttatteuthae) 차가운 이별도 조금 쉬울까 (Chagaun ibyeoldo jogeum swiulkka) 화사한 미소로 감추면 (Hwasahan misoro gamchumyeon) 슬픈 거짓말 다 덮어줄거야 (Seulpheun geojitmal da deopheojulgeoya) 무심하게 아무렇지 않은 것처럼 (Musihage amuroehji anheun geot cheoreom) 슬퍼보이기 싫어 (Seulpheoboigi sirheo) 혼자 착각했던 기적같은 로맨스 (Honja chakgakhaetdeon gijeokgatheun romaenseu) 이제 그만 끝내 (Ije geuman kkeutnae) Good Bye Bye Bye Bye Bye My Love Good Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye 잘가 (Jalga) 뒤돌아보지말고 가 Uh (Dwidorabojimalgo ga uh) Good Bye Bye Bye Bye Bye My Love Good Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye 안녕 (Annyeong) 바보같은 사랑 안녕 (Babogatheun sarang annyeong) 널 보내기 싫은데 (Neol bonaegi sirheunde) 나 아파도 참고 싶은데 (Na aphado chamgo sipheunde) 조금이라도 (Jogeumirado) 네게 미련으로 남고 싶어 (Nege miryeoneuro namgo sipheo) Good Bye Bye Bye Bye Bye My Love Good Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye 잘가 (Jalga) 뒤돌아보지말고 가 Uh (Dwidorabojimalgo ga uh) Good Bye Bye Bye Bye Bye My Love Good Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye Bye 안녕 (Annyeong) 바보같은 사랑 안녕 (Babogatheun sarang annyeong) 안녕 (Annyeong) “Huuhh!” Ayu bersorak senang karena mendengar suara Arumi yang merdu dari kursi penonton. Kali ini ia tidak ikut serta bernyanyi, hanya menjadi pembuka dan penutup saja dalam vlog. Semua bertepuk tangan dengan senang karena mereka berhasil menyelesaikan satu lagu lagi untuk minggu ini. Menghilangkan penat hanya dengan bernyanyi dan bermain band, adalah cara terbaik bagi keenamnya. “Oke waktunya aku yang menyelesaikan!” ujar Reno dengan bersemangat meraih laptopnya dan memulai edit vidionya. “Btw, apa artinya lagu ini Rum?” tanya Okto. “Loh? Kamu gak liat di mbah google?” tanya Rumi balik. “Enggak!” jawab Okto jujur. “Lagu ini tuh menceritakan kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan gitu.” Sahut Arumi. “Ya ampunnn.. cewek ya nyari lagunya.” Vino menggelengkan kepalanya setelah tau arti dari lagu yang baru saja Arumi nyanyikan. Setelah mengedit vidio mereka hari itu, dengan cepat Reno mengunduh vidio mereka ke chanel Youtube mereka. Keenamnya bangga dengan hasil iseng mereka yang bisa menyenangkan orang lain. Usai mengupload vidio, mereka pun pulang bersama.ke rumah masing-masing dengan senyum yang masih tercetak tegas di wajah mereka semua. Walau semua yang mereka lakukan adalah hal iseng untuk mengisi waktu mereka dengan produktif, namun membuat keenamnya senang. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN