Satu minggu sudah berlalu, Halmeoni dan Harabeoji masih berada di Indonesia dan masih berada di kediaman Kim. Kehadiran keduanya selalu membuat Arumi, Aksa dan Ara menjadi lebih bersemangat untuk pulang ke rumah. Karena jika dirumah ketiganya dapat melatih kosa kata korea mereka dengan Halmeoni dan Harabeoji. Sedangkan Oma dan Opanya sudah kembali pulang ke rumah mereka. Sejak ada Halmeoni dan Harabeoji ketiganya juga selalu menceritakan keseruan mereka selama di sekolah. Selalu ada hal baru yang tidak pernah di ketahui Halmeoni dan Harabeoji sebelumnya.
Hari ini Arumi ada kelas sampai larut, sedangkan teman-temannya yang lain sudah selesai kuliah sejak sore tadi. Kini mereka semua sedang menunggu Arumi untuk makan malam bersama dan menjadwalkan latihan band mereka. “Kok Ayu sudah keluar dari tadi, kamu baru keluar sih?” tanya Arga setelah melihat temannya itu baru saja keluar dari kelas.
“Iya, Aku ngambil kelas tambahan biar lulus tahun cepat!” jelas Arumi.
“Cepet banget mau lulus sih!” keluh Arga. Dalam hatinya ia takut tidak dapat melihat Arumi lagi setelah mereka semua lulus dan ia harus mengurus kesibukannya di kedokteran.
“Gak mau lama-lama, biar bisa ambil S2 dan bisa jadi dosen.” Jawab Arumi dengan bersemangat.
“Ya ampun!” Arga menggelengkan kepalanya karena mendengar semangat Arumi yang ingin terus bersekolah.
Rasanya ia akan kangen menunggu dan bercerita sepanjang jalan seperti saat ini mereka ingin menghampiri teman-temannya di cafe depan kampus. Arga menjemput Arumi dan menunggunya di depan kelas terlebih dahulu. Sedangkan teman-temannya yang lain sudah menunggu di cafe.
“Cepatlah cepat, kalian lama sekali! Aku sudah lapar!” ujar Reno mengeluh kelaparan.
“Aiih, kenapa tidak makan saja duluan?” tanya Arumi menyalahkan Reno yang sedang mengeluh.
“Kami menunggumu!” sahut Okto.
“Wah kalian sangat setia!” puji Arumi pada teman-temannya.
“Sudahlah, jangan kebanyakan basa-basi. Mari makan!” Reno mengintrupsi teman-temannya untuk mulai makan karena ia sudah kelaparan.
Makan malam mereka begitu hikmat, keenamnya menikmati makan malam bersama seraya diselingi rencana-rencana kecil yang mereka sudah rancangnya untuk minggu ini.
“Jadi minggu ini rencananya apa?” tanya Arumi memulai obrolan disela makan mereka.
“Siapa yang mau mulai duluan?” tanya Vino.
“Bareng-bareng saja lah, enaknya lagu apa yang kita bawain?” ujar Okto.
“Gimana kalau Dewa 19, yang Risalah hati?” Usul Arga.
“Boleh!” seru Ayu dan Arumi bersamaan karena keduanya adalah penyuka lagu-lagu Dewa 19.
“Oke minggu ini di basecamp kita mulai dengan Dewa 19 - Risalah hati.” Reno merangkum keputusan teman-temannya.
Setelah makan malam mereka habis, keenamnya pulang bersama. Hari ini Ayu, Vino, dan Okto ikut bersama Reno di mobilnya. Sedangkan Arumi tetap bersama Arga di mobilnya, karena ia sebelumnya bersama Arga di jemput di depan kelas.
***
Hari-hari terus berlalu dengan cepat, ke enamnya selalu meluangkan waktu untuk bersama walau hanya sekedar makan. Kini tiba waktunya mereka memulai untuk membuat cover lagu.
“Hay guys, Annyonng! Hari ini sudah bersama kami!” Ayu memulai Vlog nya.
“Hay!” sahut serempak Reno dan Vino.
“Hari ini kami akan membawakan lagu dari Dewa 19 yang judulnya Risalah Hati. Stay tune guys!” Ayu menutup salam pembukanya.
“Udah gitu doang?” tanya Vino tidak puas dengan pembukaan Ayu.
“Iyalah itu aja, gak ada lagi.” Jawab Ayu dengan santai.
“Sudahlah, ayo mulai saja!” ujar Arga mengintrupsi teman-temannya.
Permainan pun dimulai, drum di mainkan oleh Vino, keyboad oleh Reno, gitar oleh Arga, bass oleh Okto, sedangkan vokalis diisi oleh Ayu dan Arumi.
Tak.. tak.. tak..
Suara drum Vino mengintrupsi mulainya lagu.
Arumi memulai menyanyikan lagu.
Hidupku tanpa cintamu
Bagai malam tanpa bintang
Cintaku tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujan
Jiwaku berbisik lirih
'Ku harus milikimu
Di sambung oleh Ayu di bait ke 2. ꭉꭊ
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
Biar cinta datang karena telah terbiasa
Lalu di sambung lagi oleh Arumi. ꭉꭊ
Simpan mawar yang kuberi
Mungkin wanginya mengilhami
Sudikah dirimu untuk
Kenali aku dulu
Sebelum kau ludahi aku
Sebelum kau robek hatiku
Hingga masuk lirik reff keduanya bernyanyi bersamaan. ꭉꭊ
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
Biar cinta datang karena telah terbiasa
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
Biar cinta datang karena telah terbiasa
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta, kau tak cinta
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
Biar cinta datang karena telah terbiasa
Bait terakhir di nyanyikan oleh keduanya hingga akhir secara bergantian. ꭉꭊ
Hidupku tanpa cintamu
Bagai malam tanpa bintang
Cintaku tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujan
Keenamnya melihat hasil vidio yang mereka rekam, lalu mengeditnya di laptop dan disatukan dengan pembukaan yang Ayu buat. Saling memberi ide, keenamnya membuat vidio mereka sebagus mungkin di bantu edit oleh Reno, karena Reno senang mengerjakan hal yang seperti itu sebagai hobbinya. “Woy, namanya mau apa?” tanya Reno pada kelima temannya yang lain.
“Apa bagusnya?” tanya Vino lagi.
“Apa ya?” pikir Ayu.
“Gak usah pake nama lah! Langsung saja judulnya.” Arga ikut bersuara.
“Lah! Chanelnya namanya apa?” tanya Reno lagi.
“Arumi and Friends! Just friends.” gumam Arga semakin pelan saat mengungkapkan mereka hanya teman.
“Apa Ga?” tanya Okto saat mendengar sedikit gumaman Arga. Karena samar Okto ingin Arga mengulangnya kembali.
“Arumi and Friends!” ucap Arga sedikit keras.
“Boleh juga!” sahut Ayu setuju dengan ide Arga.
“Why me?” tanya Arumi bingung.
“Karena kamu tokoh utamanya!” sahut Reno dengan gombalannya yang tak pernah di anggap serius oleh teman-temannya yang lain.
“Ngaco!” Ayu melempari Reno dengan pop corn di tangannya.
“Ya udah itu saja gak apa-apa.” Ujar Okto setuju.
Akhirnya mereka menyepakati nama Chanel Youtube mereka adalah Arumi and Friends. Setelah Reno mengedit vidionya, ia langsung memposting vidio itu di chanel Youtube mereka dan membagikan link nya ke yang lain. Setelah di posting, Arumi dan teman-temannya yang lain memposting link chanel youtube mereka di sosial media mereka. Dari sinilah awal dari sebuah band yang mereka bentuk untuk mengisi hari mereka selain berorganisasi.
***