Hari-hari berlalu begitu cepat, tanpa disadari kini mereka semua sedang melaksanakan ujian akhir semester untuk menuju ke semester berikutnya. Setelah itu Arumi dan teman-teman sepakat untuk bertemu di suatu tempat.
“Ya, Kalian lama sekali!” keluh Ayu pada Reno dan Okto yang baru datang.
“Cepat.. cepat.. kita harus masuk sekarang!” Arumi mengintrupsi teman-temannya untuk masuk ke dalam stasiun. Mereka merencanakan pergi bersama menuju Semarang, lalu menyebrang menuju Karimunjawa dari Jepara.
“Kita menginap dulu sehari di Semarang?” tanya Vino.
“Iya, Jadwal kapalnya kan ada lusa. Ya kita jalan-jalan saja dulu di Semarang dan Jepara.” Reno menjelaskan rute perjalanan mereka.
“Oke!”
Cuaca hari ini terik di Semarang, Arumi dan teman-teman memilih hotel untuk tempat mereka menginap. Keenamnya memesan 3 kamar, masing-masing kamar berisi 2 orang. Arumi dengan Ayu, Reno dengan Arga, dan Okto dengan Vino.
Group Whatsapp
Vino: Kita gak keluar nih?
Ayu: Keluar kemana yaa?
Vino: Kemana kek!
Arga: Cari makan saja mau?
Vino: Boleh!
Ayu: Sewa mobil aja guys
Reno: Sekalian aja untuk besok, jadi kta gak usah ngeteng lagi.
Ayu: Iya udah ayo keluar woy!
Keenamnya pun keluar dari kamar masing-masing dan menyewa mobil untuk mereka jalan-jalan malam ini dan pergi menuju Jepara keesokan harinya. Dengan bermodalkan mobil yang mereka sewa melalui aplikasi, malam itu Arumi dan teman-temannya pun mengelilingi kota Semarang seraya mencari makan dan mampir ke beberapa tempat untuk ibadah.
“Besok jadi rencananya gimana guys?” tanya Arumi saatmereka semua sedang duduk di restoran hotel seraya memakan camilan malam mereka.
“Besok kita tinggal ke Jepara saja kan untuk nyebrang?” tanya Reno.
“Iya seharusnya seperti itu.” Sahut Arumi.
“Oke kalau gitu kita masih punya banyak waktu lah. Sekarang istirahat saja dulu, agar besok segar dan bisa jalan pagi.” Arga menutup pembicaraan santai mereka.
“Oke, bubarlah ya kalau gitu!” Okto membubarkan teman-temannya yang masih asik duduk.
***
Matahari muncul dari ufuk timur dan memancarkan cahaya. Cuaca yang indah untuk memulai hari. Arumi, Okto, Reno, Ayu, Vino dan Arga pergi meninggalan hotel dan melajukan mobil menuju Jepara. Mereka langsung menuju dermaga untuk melihat jadwal keberangkatan kapal agar mereka dapat menentukan waktu si pemilik mobil dapat menjemput mobil mereka.
“Waktu keberangkatan nanti siang nih jam 10.” Ujar Arga pada teman-temannya.
“Ya sudah kalau gitu langsung beli saja tiketnya.” Sahut Vino.
“Sudah!”
“Oke kita mampir minimarket dulu ya!” ujar Arumi.
Keenamnya pun melajukan mobil menuju mini market terdekat. Mereka membeli beberapa bekal makanan untuk persediaannya menginap di home stay nanti. Arumi juga membeli beberapa perlengkapan mandi dan sabun cuci, agar mereka tidak perlu lagi membelinya saat disana.
“Oke sudah semua!” Arumi mengintrupsi teman-temannya agar melanjutkan perjalanan menuju dermaga dan menghubungi sang pemilik mobil agar menjemput mobilnya sebelum mereka berangkat.
Butuh waktu beberapa jam untuk mereka menyebrang pulau dengan kapal ferry. Banyak orang yang juga ikut serta naik kapal yang sama dengan merka semua.
Arumi mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kapal. Banyak orang dari berbagai suku dan ras yang ingin pergi menuju Karimunjawa. Bagi Arumi, ini pertama kalinya ia keluar pulau untuk berlibur bersama dengan teman-temannya. Selama ini liburannya hanya seputar keluarga, berlibur ke Korea untuk menengok sang nenek, atau mengunjungi rumah nenek dan kakeknya dari sang mamah.
“Minum ini!” Arumi memberikan masing-masing temannya satu botol minum.
“Thank You!” ucap Arga
“Makasih!” ucap temannya yang lain.
Kapal ferry berlayar kencang, angin terus berhembus kencang. Arumi menikmati pemandangan laut dari atas kapal Ferry. Sesekali ia mengabadikan momen indah lautan dengan ponselnya. Air laut yang jernih membuat ia dapat melihat ikan dan ubur-ubur terlihat jelas. Bahkan ketika kapal sudah sampai di tengah laut, ada lumba-lumba yang sedang menari dengan bebas. “Cantiknya!” gumam Arumi memuji lumba-lumba cantik yang sedang menari-nari di tenagah laut.
“Nikmat yang Tuhan beri tiada dua! Beruntungnya kita!” sahut Arga yang tiba-tiba muncul di samping Arumi.
“Ya ampun mengagetkan saja!” keluh Arumi.
Bibir Arga tertarik membentuk lekukan senyum.
“Kamu gak tidur?” tanya Arumi saat melihat teman-temannya sedang tidur, namun Arga tidak.
“Kamu sendiri gak tidur!” ujar balik Arga.
“Yeh, kebiasaan pertanyaan di jawab pertanyaan!”
“Ya kan sama aja dengan kamu, aku disini karena memang tidak ingin tidur.” Sahut Arga.
“Ohh...”
Keduanya menikmati pemandangan di hadapannya tanpa suara, tanpa tanya sampai dengan kapal menepi di tempat tujuan dan teman-teman mereka bangun karena kericuhan orang-orang yang ingin turun.
“Ayo turun!” Arga mengajak Arumi untuk turun dari kapal.
“Ayo!”
Arumi dan Arga pun turun menemui teman-temannya yang sudah lebih dulu turun dan menunggu keduanya. “Home stay dulu deh ya kita!” Arga mengarahkan teman-temannya untuk lebih dulu menaruh barang-barang mereka di rumah yang sudah di booking selama mereka disana.
“Oke!” yang lain pun sepakat. Arumi dan teman-teman pun langsung menuju tempat dimana mereka akan istirahat. Seraya melihat-lihat sekeliling lokasi, mereka berjalan dengan perlahan.
“Selamat siang mas, mba!” sapa bapak-bapak yang menyewakan rumahnya.
“Siang pak!” jawab Arumi dan teman-teman.
“Silahkan masuk! Istirahat saja dulu, listrik belum ada ya mba/mas. Listrik akan menyala jam 6 sore.” Jelas sang bapak.
“Oke pak, terimakasih penjelasannya.” Arga dan yang lain pun tersenyum ramah masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah ke enamnya langsung ambil posisi yang paling nyaman untuk mereka duduk dan mengistirahatkan diri.
“Guys, ini di taro dulu kali ya di kamar!” ujar Okto yang gerah melihat tas teman-temannya yang berserakan gak jelas dan teman-temannya yang istirahat sembarang.
“Nanti sajalah!” ujar Vino yang masih tiduran di lantai karena lelah duduk seharian.
“Ya! Ayo bangun semua, kita makan saja dulu!” ujar Okto lagi mengajak teman-temannya makan bersama.
“Ya sudah ayo teman-teman, kita cari makan dulu. Sekalian sunsetan!” sahut Arumi bangun dari duduknya dan mengajak teman-temannya untuk ikut bangun.
Arumi dan teman-temannya pun keluar dari rumah peristirahatan mereka seraya berjalan-jalan mencari makan. “Kita makan disini saja ya!” ujar Arumi mengintrupsikan teman-temannya untuk makan di warung nasi dengan pemandangan lautan dengan ikan-ikan yang terlihat berenang bebas di dasar laut.
“Oke!” yang lain hanya mengikuti arahan Arumi untuk makan apa yang mereka temui di sepanjang jalan.
Usai makan, ke enamnya bersantai dipinggir laut untuk melihat-lihat dan berfoto bersama.
***
Membayangkan hal menyenangkan yang akan mereka lakukan esok hari membuat Arumi dan kawan-kawan bahagia. Perencanaan yang mereka lakukan begitu matang, hingga membuat ke enamnya bersemangat untuk menikmati liburan mereka.
Malam hari begitu ramai! Arumi menikmati pemandangan sekelilingnya yang menampakan banyak orang tertawa dan tersenyum bahagia bersama. Anak-anak dengan ibu dan ayahnya, para pasangan muda yang saling mengasihi satu sama lainnya, para turis yang menikmati lezatnya makanan laut yang dijajakan para pedagang di alun-alun Karimunjawa serta lampu-lampu yang indah dan terang menyinari setiap rumah pada malam hari.
“Coba ini coba.” Ayu menyodorkan cumi-cumi bakar pada Arumi. Sedang Arumi dengan senyum bahagia menerimanya.
“Aku juga mau!”. Vino memohon agar diberikan juga cumi-cumi bakar yang ada di tangan Ayu.
Ke enamnya saling bertukar makanan yang mereka pesan. Dengan pencahayaan yang minim di tengah alun-alun kota. Walau begitu ke enamnya masih tetap bisa melihat wajah masing-masing walau samar.
Kota dengan listrik yang hanya ada di malam hari, dengan orang-orang yang ramah dan murah senyum. Bukan hanya pada orang asing, tapi juka pada orang lokal yang datang untuk berlibur.
Usai kenyang mengisi perut, Arumi dan teman-temannya mengitari alun-alun untuk melihat-lihat. Banyak para pedagang menjual pakaian dan aksesoris unik khas Karimunjawa. Arumi dan Ayu bersemangat melihat-lihat barang-barang yang mereka jual disana. Keduanya membeli barang-barang cantik yang mereka suka. Sedang para lelaki membeli beberapa baju santau untuk mereka pakai saat berkeliling di esok hari.
“Cantiknya!” puji Ayu saat melihat Arumi memperlihatkan kalung sederhana namun indah karena terbuat dari kerang-kerang kecil. Arumi membeli kalung itu untuk sang Adik perempuan yang ia sayangi.
“Pasti buat Ara ya?” tebak Okto menyanggah pembicaraan antara Ayu dan Arumi.
“Tentu saja!” jawab Arumi dengan cepat.
“Aksa gak di beliin?” tanya Okto lagi.
“Pastilah!” jawab Arumi singkat.
Seraya berjalan beriringan, ke enamnya pun pulang menuju homestay mereka. Tawa bahagia masih menghiasi wajah Arumi dan kawan-kawan. Tanpa kata panjang yang mereka ungkapkan, hanya sebuah senyuman bahagia yang mereka pancarkan. Mata yang bersinar membuat kerutan di antara kelopaknya, bibir yang terarik membuat lengkungan lebar.
Sesampainya mereka di rumah, mereka membuka plastik-plastik belanjaannya. Mereka melihat barang-barang yang mereka beli masing-masing. Saling memuji, bahkan ada yang saling bertukar baju karena tidak sesuai dengan size mereka.
***
“Ayo cepat bangun semua!” Arumi berteriak membangunkan para lelaki agar segera bangun karena mereka akan pergi untuk menjelajah pulau.
“Ayoo ih bangun!” Arumi menarik selimut yang digunakan Okto dan Vino untuk meringkuk dibaliknya. Sedangkan Reno dan Arga sudah lebih dulu bangun dan berpakaian rapi.
“Makanya jangan begadang aja kalian kerjaannya!” omel Ayu.
“Sudah tinggal saja!” Reno memberikan ide agar meninggalkan kedua temannya yang masih meringkuk di dalam selimut.
Akhirnya Arumi, Ayu, Reno dan Arga jalan lebih dulu keluar rumah. Mendengar Kata “Ditinggal” Vino dan Okto segera bangun dari posisi tidurnya dan langsung lari seraya membawa parfume keluar rumah menyusul teman-temannya yang lain yang sudah lebih dulu keluar rumah.
“Tunggu!” Vino berteriak menyusul Arumi, Ayu, Reno dan Arga.
“Lagian ih kamu pake begadang segala!” Ayu memarahi Vino yang sudah menyusul mereka.
“Ya kan gak bisa tidur!” sahut Vino menjawab keluhan Ayu.
Arumi dan teman-temannya berjalan menuju dermaga untuk ikut kapal berlayar menuju pulau-pulau kecil. Mereka berencana berenang di pinggir pantai seraya snorkling bersama melihat ikan-ikan dibawah laut. Dengan mengenakan pakaian renang panjang, lengkap dengan kacamata dan kamera, Arumi dan Ayu bersama-sama memulai penjelajahan mereka mencari pemandangan bawah laut yang indah untuk menambah koleksi foto mereka.
“Liat deh bagus!” ujar Ayu saat keduanya sudah di pinggir pantai seraya melihat hasil foto mereka.
“Iya bagus!” Arumi menyepakati omongan Ayu saat keduanya melihat takjub foto bawah air yang mereka potret bersama.
Para lelaki sibuk dengan permainan air mereka, ada Arga yang lebih memilih minum es kelapa karena cuaca yang panas di pinggir pantai kali itu. Sedang Vino dan Okto memilih untuk bermain air, sekedar berenang tanpa arah dan bermain air bersama. Reno memilih memotret pemandangan disekitarnya, ia memotret teman-temannya yang sedang menikmati indahnya lautan dihadapan mereka.
“Ya Tuhan, duniamu indah!” Arumi mensyukuri keindahan yang sudah ia abadikan. Baik di dalam air maupun di daratan.
Usai puas bermain, Arumi dan teman-temannya bangkit dari kenikmatan mereka dan kembali pulang dengan kapal. Jadwal hari ini mereka habiskan hanya berkeliling pulau dan berenang bersama. Menikmati angin laut yang sejuk dengan pemandangan laut yang indah. Berganti ganti pose untuk berfoto bersama, banyak foto yang mereka abadikan bersama. Ke enamnya sibuk menyenangkan hati mereka, memanjakan mata mereka, dan membawa suasana damai dalam diri mereka.
Tidak ada hal yang mereka fikirkan selain mensyukuri apa yang mereka lihat, tidak hal yang mereka keluhkan selain menikmati yang Tuhan sudah suguhkan. Ikan-ikan di dalam laut, pemandangan langit biru yang indah hingga terbenamnya matahari.
***
Satu minggu sudah Arumi dan teman-teman menghabiskan waktu bersama di Karimunjawa. Mereka melakukan berbagai hal bersama, snorkling, melihat hiu, berenang di pantai, makan bersama seraya meminum kelapa segar, mengelilingi pulau-pulau kecil yang berada disana dan banyak mengabadikan momen-momen bersama dalam sebuah foto yang mereka abadikan. Semua kegiatan mereka lakukan bersama hingga tiba waktunya untuk ke enamnya pulang dan kembali ke kehidupan mereka masing-masing.
Sesampainya di rumah, Arumi membuka tasnya dan membagikan oleh-oleh yang ia sudah beli pada seluruh keluarganya. Kedua adiknya senang dengan hadiah yang dibawakan oleh Arumi, begitu juga dengan kedua orang tuanya.