"Apa yang kau pikirkan Jim sampai aku bisa sekakmat kau 3 Kali" di iringi tawa renyah Mr.wilyam "apakah aku memilki menantu bodoh haha ...tentu tidak kan ?" Jimmy hanya tersenyum sedikit malu mamang tapi pikiranya sedang kacau saat ini gara-gara rubby Dan Hendrick yang ia lihat berdua duaan Dan sangat dekat. Xmungkin ayah mertua memang jauh lebih pandai Dari padaku" sahutku sambil meletakkan kuda catur berjalan L "apa rubby cerita sesuatu pada ayah mertua" pertanyaanku membrondong takut jika rubby mengadu pada ayahnya ini soal sikapku pada rubby "tidak ada dia bilang hanya rindu pada kami dan ingin bertemu setelah mengunjngi makam Laura" dekg..."Laura" hatiku membatin "kematian Laura tidak ada hubungannya dengan rubby Jim" susul pembicaraan Mr.willyam kepadaku Dan aku hanya terdiam "rubby adalah sosok kakak yang baik dia mati-matian berusaha melindungi adiknya itu tapi Tuhan berkata lain Tuhan lebih sayang pada Laura jim ...ikhlaskan kepergianya Dan tanggung jawabmu sekarang pada rubby jim ini amanatku untuk menjaganya sebab sekarang dialah putri yang Ku miliki satu-satunya Dan alasan kami masih mau mengikat keduabelah keluarga yaitu kemantapan rubby untuk menerimamu sebagai suaminya menerima pernikahan yg di serahkan mendiang Laura pada rubby" aku terdiam sesaat Dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Sekarang jam 11 lewat 20 menit jim susul istrimu tidur dikamarnya" tangan Mr.willyam yang mengacungan arah kamar rubby Dan jam yang memang sudah menunjukkan tepat tengah malam.
****** Mohon bijaksanalah dalam membaca khusus untuk U-21+ jadi untuk dedek" unyu minggat secepatnya !!! ******
Jimmy prove ///
Tak Ku dapati rubby didalam kamarnya setelah Ku buka pintu, mataku langsung disuguhkan pemandangan wanna biru salju yang menyegarkan mata begitu juga semerbak wangi Shea khas rubby menimbulkan birahi nafsu Ku naik hawa panas mulai Ku rasaksan disekujur tubuhku juniorku pun entah kenapa mulai tegak menantang seolah olah ingin segera bertanding di pergulatan ranjang "gila aku benar benar gila" membatin dalam diri mencium aromanya saja sudah membuat Ku kualahan tiba-tiba saja rubby yang mengenakan gaun tidur seksynya berwarna putih gading senada dengan kemeja putihku ada sedikit renda yang menutupi belahan dadanya panjang gaunnya hanya sepaha,rambutnya tergerai indah "kapan kamu masuk Jim..kenapa tak mengetuk pintu lebih dahulu hm ?" Katanya yang mulai berjalan ke arah ranjangnya. Entah kenapa tiba-tiba aku teringat dia bersama Hendrick tadi Ku cengkram kuat tangannya Ku balikkan tubuhnya yang semula membelakagiku kini tepat dihadapanku cengramanku semakin kuat Dan hendak melayangkan tamparan di wajahnya yang matanya terutup "ayo tampar....kau mau tampar kan lakukan !!!" Teriak rubby padaku aku melihat wajahnya yang merah karena amarah malah justru semakin terlihat mengemaskan kulihat dari ekor matanya yang mulai dibasahi oleh air mata. Tunggu apa lagi langsung Ku kunci satu tangannya ke belakang Dan tangan Ku mulai meraih tengkuk rubby aku menciumnya menggigitnya pelan tangan rubby yang satu masih membatasi jarak pada d**a bidngku dia berontak tak menginginkannya sedangkan nafsuku sudah di ubun ubun ingin segera menuntaskanya amgkat tubuh rampingnya ke ranjang Ku hempaskan dengan kasar rubby terus saja terisak sesenggukan degan tangisanya tapi aku tidak perduli dia terus saja meronta Dan ingin lari menauhiku dia sempat menendang perutku namun tenagaku jauh lebih besar dari padanya ,Ku tarik kakinya badanku menindih badanya kusambar bukit kembarnya dengan ciuman Dan hisapan meskipun masih berbalut kain tidurnya Ku ketatkan kungkunganku di media tangannya ku cumbu leher jenjangnya aku mulai memandangnya "buka matamu" kataku tapi tangisnya malah menjadi Ku kecup keningya dengan lembut "buka matamu" rubby pun membuka matanya "Jim..hikss..hiss hetikan" kata rubby yang bergetar karena takut kepadaku Ku mulai mencium bibir merahnya kupaksakan lidah Ku menerobos ronga mulutnya dengan susah payah hingga ia mau membalasnya kukeluar masukan lidahku suara gemercak ciuman kami mengema di area kamar Ku gigit gigit kecil bibir bawahnya turun ke lehernya "ahhhh ....eahhh....ahhhhh" suara kenikmatan itu mulai membuai pendengaranku bibirku turun lagi ke buah dadanya Ku cumbu disana ternyata tubuhnya menginginkan aku bertindak lebih perlahan tapi pasti Ku lepaskan cengraman tanganku Ku lucuti gaun tidurnya sekali tarik Dan juga diriku yang mulai membuka bajuku Ku hisap buah dadanya menggigitnya kecil Ku temas kudian tirun ke perutnya Ku cumbu disana sampai pada liang kewanitanya yang sudah basah tang an Ku mulai bergrilya disana "ahhh....ahhhh...ahhh...Jimmy..ah..ahh" deahanya membatku semakin tak tahan Ku gesek-gesek juiorku yang sudah membengkak ingin segera merasakan kenikmatan bercinta di liang milik rubby satu hentakkan Ku tusukkan juniorku itu melesak masuk key dalam tp cuma bisa masuk setengah hingga hentakkan ke 2 baru juniorku benar benar masuk ke liang surga kenikmatan milik rubby aku setengah heran padahal virginity rubby sudah Ku ambil sudah pula kami beruhubungan badan berkali Kali tapi liang surganya masih sempit sekali hingga aku ikut mendesah kenikmatan "aghhh...ahhh..ahhh" . "ahhh eemm...Jim..saki..t", "slowly Jim ah...ahhh..." Ramcau rubby yang mulai menerima persetubuhan malam ini tangan rubby mecengram bahu Ku kuat kuat kurasakan tubuhnya mulai mengelinjang dengan hebat Ku hentikan kocokanku Dan mendekapnya erat "nikmat sayang" mecium pelipisnya mengocoknya lagi hinga aku mencapai kenikmatan.