"Hera, masih menunggu bus datang ya?" tanyanya serta merta. "Eh Bapak, benar Pak. Rupanya Bapak belum pulang?" balasku berbasa-basi dan lagipula apalagi yang harus aku perbincangkan. "Iya, lagi di parkiran malah ditelepon oleh klien lagi jadi saya telepon sebentar, makanya baru bisa pulang. Ayo masuk saya antarkan kamu pulang!" tawar Pak Lee tanpa pernah aku duga-duga. "Tidak usah Pak, rumah saya jauh." tolakku halus meskipun sebenarnya dalam hati aku sangat mau sekali jika diantar oleh bosku itu. "Rumahmu ke arah timur kan?" tanya Pal Lee lagi dan aku pun mengiyakan. "Bagus, rumah kita satu arah kok jadi masuk saja tidak apa-apa, nanti aku antarkan apalagi sepertinya bisnya masih lama untuk sampai di sini." "Eh, beneran tidak apa-apa ini Pak? Saya benar-benar takut merepotkan bapak.

