BAB 10 : KEBIMBANGAN (REVISI)

884 Kata
SELAMAT MEMBACA  *** Flashback on Seorang gadis kecil tengah memandang sebuah akuarium disebuah rumah mewah dengan banyak ikan nemo di dalamnya. "Kamu suka ikannya." Tiba - tiba muncullah anak laki - laki dari belakang. "Hemm suka banget." Jawab gadis kecil itu dengan antusias. "Itu namanya nemo, terus yang melindunginya itu namanya anemone." Tunjuknya ke kaca akuarium. "Wah cantik ya Kak ikannya, mau deh jadi nemo ada yang melindungi." Jawabnya dengan antusias. "Kalau kamu nemonya aku akan jadi anemone buat kamu, aku akan melindungi kamu." "Beneran ya, aku nemonya kamu anemonenya. Janji ya kamu akan melindungi aku." " Tentu saja aku janji." Flashback off Karena hari ini akhir pekan Rara memutuskan untuk pulang kerumah kedua orang tuanya. "Sore Mama Papa," salam Rara pada kedua orang tuanya kemudian Rara mencium pipi kedua orang yang sayang dia sayangi itu. "Sore Sayang, kamu baru pulang ya pasti lelah. Langsung istirahat ya Nak," ucap mama. "Iya ini Ma, hari ini pekerjaannya banyak banget. Aku langsung ke atas ya Ma Pa." "Iya Sayang selamat istirahat," jawab papa. Kemudian Rara langsung menuju kamarnya yang berada di lantai dua rumah besar itu. Saat dia membuka kamarnya, serasa kasurnya melambai-lambai memanggilnya. Kemudian Rara berjalan menuju pojokan kamarnya dimana terlihat foto seorang gadis kecil dengan anak laki- laki tengah bermain di bawah pohon. Anemone, kamu sekarang dimana kamu lupa janji -janji kamu sama aku. Ini sudah hampir 18 tahun, walau jujur aku sudah hampir melupakan wajahmu anemone, tapi aku tetap berharap suatu saat kamu datang. Sebelum waktunya terlambat dan aku sudah menjadi milik orang lain. Entahlah dimana kamu sekarang, tapi apapun dan dimana pun sekarang kamu berada aku harap kamu nggak lupa sama aku anemone. Aku akan berusaha menunggumu sampai dimana aku bisa menunggu, semoga penantianku tidak kan sia - sia, anemone ... Ucap Rara di dalam hati, kemudian dia beranjak untuk pergi mandi lalu istirahat . **** "Sayang bangun," Rara terbangun dari tidurnya dengan malas, saat merasakan tepukan pelan di badannya.    “Ada Rey di bawah.” "Ada siapa Ma? " seketika Rara membuka matanya ketika mendengar siapa yang mencarinya. "Ada  Rey, makannya kamu bangun dong, itu Rey nya mau ngajak dinner." "Malas Ma, bilang aja Rara nggak bisa di ganggu." Kemudian Rara kembali kebawah selimut untuk melanjutkan tidurnya. "Ehhh jangan gitu nggak boleh, dia calon suami kamu. Kasian dia sudah nunggu kamu hampir satu jam lho." Masih dengan usahanya mama membujuk Rara. "Aku kan nggak nyuruh dia nunggu Ma." "Jangan sampai papa dengar omongan kamu ini ya Nak." Seketika Rara bangun dan bergegas kekamar mandi untuk menyiapkan dirinya. Mama yang melihat itu hanya bisa geleng - geleng karena kalau sudah membahas papa nya Rara tak punya pilihan lagi. Kemudian Rara sudah turun untuk menemui calon suami menyebalkannya itu. "Nahhh itu Rara nya," ucap papa Arta yang tengah duduk bersama Rey di ruang tamu "Malam Papa." Rara menyapa papanya namun tidak dengan Rey, dia masih merasa jengkel karena tidurnya di ganggu. "Malam Sayang, kok Rey nya nggak di sapa?" tanya papa. "Malam Rey," Rara menyapa dengan nada malasnya. "Malam Sayang, kita jalan sekarang." Ucap Rey dan hanya ditanggapi dengan anggukan oleh Rara. Didalam mobil suasana kembali hening, tiba - tiba Rara membuka suaranya. " Rey..." "Hemmmm," jawabnya masih fokus terhadap jalanan yang ada didepannya " Rey ..." "Apa Sayang?" "Boleh nggak aku minta sesuatu?" tanya Rara dengan wajah gugupnya. "Kamu mau apa Sayang, bilang aja sama aku." "Aku mau pernikahan kita nggak usah terlalu mewah, cukup keluarga dan teman dekat aja yang datang yaa." Ucap Rara dengan memohonnya. "Kenapa begitu?" "Ya aku mau nya gitu aja, bisa ya?" Masih dengan wajah memohon. "Nggak bisa!!" Jawab Rey dengan tegasnya. "Kok kamu gitu sih," Rara mengeluarkan nada merajuk andalannya, berharap tunangannya ini luluh. "Biarin ..." "Yasudah kalau kamu nggak mau nurutin maunya aku, kamu nikah aja sendiri." "Oooo kamu ngancem aku?" Tanya Rey. "Makanya kamu turutin mau nya aku ya Rey, sekali ini aja. Tadi katanya kamu mau nurutin mau nya aku." Kata Rara masih dengan wajah memohon. "Aku turuti semua tapi tidak dengan yang ini," jawab Rey tak terbantahkan. Dengan hati dongkol Rara mengalah, karena tak ada gunanya berdebat dengan tunangannya itu. Setelah itu tak ada lagi percakapan antara mereka. Tidak ada yang mau mengalah antara satu dengan satunya. Saat dinner pun seperti itu, Rara masih dengan sikap diamnya. Begitu pun Rey tak ada satu pun diantara mereka yang mencoba membuka obrolan. Hingga pulang dan sampai rumah pun mereka masih dengan diamnya masing - masing, entah apa yang mereka pikirkan. Setelah mengantarkan Rara pulang Rey langsung pulang tanpa berniat mampir. Rara masuk kerumah langsung kekamar, kemudian dia merebahkan tubuhnnya di kasur kesayangannya itu.  Kring... From: Rey Istirahat sayang, mimpi indah, good night. Rara hanya membaca pesan singkat itu dengan tatapannya yang malas. Hingga saat ini dia pun masih merasa bingung akan perasaannya. Di sisi lain ada seseorang yang sangat protektif dalam menyayanginnya dan mengharapkan dia mau jadi istri nya tapi disisi lain Rara masih setia menunggu anemone nya. Hingga saat ini pun dia masih berkecamuk dihati mana yang harus dipilihnya antara yang ada di dekatnya atau yang masih ada di hatinya. Kemudian tak beberapa lama Rara sudah berlabu ke pulau mimpi. *** *****BERSAMBUNG ***** JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE AND COMENT , BIAR CEPAT LANJUT NEXT BAB ...   WNG, 15 JULI 2020  SALAM  E_PRASETYO
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN