19. Tidak Suka

1200 Kata

Hari-hari berlalu setelah malam itu berjalan dengan pola yang rapi, nyaris membosankan, jika bukan karena satu nama yang terus muncul di sela-sela kesibukannya aku, dia adalah Rheef. Kerja sama proyek antara perusahaan ayahku dan perusahaan tempat Rheef bernaung resmi dimulai seminggu setelah makan malam yang kacau itu. Sejak saat itu, rumah ayahku kembali ramai oleh orang-orang bersetelan rapi, map proyek, dan percakapan serius yang berlangsung hingga larut. Rheef termasuk di antaranya. Namanya tercantum di jadwal rapat, tandatangannya ada di beberapa dokumen, dan mobilnya beberapa kali terparkir di halaman rumah besar itu. Aku tahu semua itu, meski nyaris tak pernah melihatnya secara langsung. Pagi-pagiku dimulai lebih awal. Aku berangkat ke perusahaan kakak iparku, di mana tempatku b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN