30. Pilihan

1091 Kata

Aku benar-benar tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana menghadapi Bianca. Setiap hari, sikap Bianca semakin terang-terangan. Tidak lagi disamarkan dengan senyum manis atau nada korban. Hal-hal kecil, sepele, tapi konsisten, dan justru itu yang membuatnya melelahkan. Suatu pagi, saat aku turun tangga, kakiku tiba-tiba tersangkut. Aku hampir terjatuh kalau saja sempat berpegangan pada pegangan tangga. “Ups,” kata Bianca ringan dari belakang, nyaris tanpa rasa bersalah. “Kakak nggak lihat kakiku ya?” Aku menoleh. Dia berdiri terlalu dekat untuk disebut kebetulan. “Kamu sengaja?” tanyaku datar. Dia mengangkat bahu. “Jangan lebay. Aku cuma berdiri," katanya berkilah. Di dapur, saat aku menuang air, suara benda jatuh terdengar keras. Gelas di dekat tanganku pecah, dan pecahannya bersera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN