29. Jujurlah

1257 Kata

Ponselku bergetar tepat saat aku menutup map dengan rapat. Nama Rheef muncul di layar. Tanpa ragu aku mengangkatnya. “Ya?” suaraku otomatis melunak. “Kau lagi sibuk?” tanyanya dari seberang, suaranya rendah dan akrab. “Aku ada di sekitar kantormu," katanya memberi tahu. Aku melirik jam di layar laptop. “Baru kelar rapat. Kenapa?” tanyaku. “Aku mau ketemu. Makan siang bareng kalau kau sempat?" Aku tersenyum kecil. “Sempat. Tapi jangan lama-lama. Habis ini aku masih ada satu meeting." Aku memberitahunya. “Deal. Aku tunggu di depan gedungmu.” Telepon terputus. Aku merapikan meja sekadarnya, aku hanya membawa dompet dan ponsel tanpa tas, karena aku pikir tidak akan lama, lalu berjalan keluar. Begitu pintu putar gedung terbuka, aku langsung melihatnya, bersandar santai di dekat mobi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN