27. TESSA SI PEMBUNUH BAYARAN

1251 Kata

Ronald masuk ke dalam kamarnya di kediaman sang Kakak. Dia baru saja selesai mengobrol dengan Kakak iparnya di ruang TV tadi. Ronald sudah meminta maaf pada Ajeng akibat keterlambatannya memberi kabar untuk memberitahukan bahwa dirinya tidak pulang ke rumah Benji, melainkan ke apartemen Ayahnya tadi malam. Untungnya Ajeng mengerti. Ronald bisa menangkap raut ketakutan dan kegelisahan di wajah Ajeng saat dia menceritakan semua kejanggalan yang terjadi di rumah ini tadi malam. Termasuk, mengenai apa yang telah dilihat oleh Nayna. Ronald membuka jaket kulitnya dan duduk di depan meja komputer. Dia mengutak atik ponselnya untuk menelepon sang Kakak. Benji harus tahu, kalau keluarganya mulai mendapat teror dari orang-orang yang mungkin telah berhasil mengetahui siapa Benji sebenarnya. Sejak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN