“masih hangat” komentar Ali mengusap kening Gia. Selama perjalanan menuju apartemen Gia, perempuan itu hanya diam tak berbicara. Ali yang terlalu fokus dengan kemudinyapun tidak terlalu memsuingkan Gia. Diam Gia ternyata menahan demamnya, Ali tak tau pasti kapan suhu tubuh Gia tiba-tiba naik namun saat mereka tiba di parkiran Gia hanya diam dan saat dicek ternyata badannya hangat dan sedikit menggigil sehingga Ali memutuskan membantu Gia menuju apartemennya. “Gi, bisa bangun sebenatar? Aku udah masak bubur buat kamu. kamu makan dulu yah setelah itu minum obat, mas Abid udah perjalanan mau kesini tadi aku hubungi dia ngabari kalau kamu sakit” “aku mau tidur aja Li, makasih yah udah bantuin aku” tolak Gia merapatkan selimutnya. “kamu makan dulu biar cepat sembuh setelah itu baru tidur l

